Mentan Lepas Ekspor Rempah-Rempah Produksi Sulawesi Utara

    Ilham wibowo - 21 April 2020 18:18 WIB
    Mentan Lepas Ekspor Rempah-Rempah Produksi Sulawesi Utara
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor rempah-rempah produksi Sulawesi Utara - - Foto: dok Kementan
    Manado: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor rempah-rempah yang dihasilkan para petani di Sulawesi Utara (Sulut). Seluruh produk pertanian tersebut diekspor ke 11 negara dengan nilai Rp124,7 miliar.

    "Saya sampaikan rasa haru dan bangga karena di saat covid 19 seperti ini, kita buktikan bahwa pertanian itu tidak boleh berhenti. Hanya dengan cara ini menghadapi tantangan covid-19 itu, sekaligus kita tidak boleh kehilangan kesempatan untuk siapkan pangan," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 21 April 2020.

    Adapun besaran ekspor komoditas pertanian yang dilepas ke 11 negara tersebut meliputi pala biji 46,25 ton senilai Rp5,17 miliar, bunga pala 20 ton senilai Rp6,9 miliar, kelapa serabut 59,51 ton senilai Rp167,5 juta, minyak sawit 11.763 ton senilai Rp105,054 miliar dan kelapa parut 289,9 ton senilai Rp7,5 miliar.

    Syahrul pun mendorong penuh para petani dan pelaku usaha agribisnis agar tetap aktif mengekspor rempah-rempah Indonesia seperti pala yang memiliki permintaan sangat tinggi di tengah masa pandemi covid-19. Rempah pala asal Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dikenal sebagai penghasil pala terbaik yang dikenal mancanegara.

    "Hari ini saya melepaskan ekspor ke Belanda, ke negara Eropa. Saya dapat informasi tadi yang terlock hanya yang ke India dan ke Italia, itupun tetap diekspor. Bulan lalu katanya masih tetap ekspor, hanya sampai di pelabuhan sana belum bisa bongkar. Tetapi di negara ke Amerika dan lainnya tetap bisa jalan. Oleh karena itu, kami tetap mendorong ekspor itu," ujarnya.

    Menurutnya ekspor komoditas pertanian harus bisa lebih berjaya dibandingkan sebelum adanya wabah. Kinerja ekspor yang terus dilakukan menunjukkan bahwa komoditas pertanian tidak mengenal pantangan apapun untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

    "Artinya negara bangsa dan rakyat yang begitu banyak mengharapkan kita (petani) tidak boleh diam. Yang paling penting jaga kesehatan semua, manual kesehatannya harus selalu dijaga, virus korona memang sesuatu yang sangat serius harus dihadapi," tegasnya.

    Lebih lanjut, Syahrul meminta para produsen hulu dan eksportir untuk terus meningkatkan hasil produksi. Sebab, sektor perkebunan saat ini menjadi andalan ekspor pertanian.


    "Dalam mendorong ekspor, Kementerian Pertanian juga melakukan terobosan yakni mulai dari pemanfaatan teknologi di hilir, efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi. Selain itu diplomasi untuk menembus ragam dan pasar baru serta penguatan sistem perkarantinaan yang didorong ke arah digitalisasi," terangnya.

    Sementar itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan ekspor asal sub sektor perkebunan masih menjadi andalan dalam mendongkrak devisa negara. Periode Januari Maret ekspor komoditas pertanian Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado telah mengirimkan barang ke berbagai negara tujuan dengan total nilai Rp511,12 miliar.

    "Artinya terjadi peningkatkatan nilai ekspor asal Sulawesi Utara sebesar 176 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya khususnya peningkatan nilai komoditas perkebunan," sebutnya.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id