Pemerintah Tangkap Peluang Relokasi Perusahaan Asing dari Tiongkok

    Eko Nordiansyah - 16 September 2020 12:00 WIB
    Pemerintah Tangkap Peluang Relokasi Perusahaan Asing dari Tiongkok
    Ilustrasi kawasan industri. Foto: Medcom.is
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah berupaya menangkap peluang relokasi sejumlah perusahaan dari Tiongkok. Bahkan menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ada 143 perusahaan asing yang berpotensi relokasi ke Indonesia.

    Airlangga mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan berbagai kebijakan untuk mengatasi tantangan eksternal dan internal dalam upaya menarik investasi asing. Utamanya bagaimana meningkatkan iklim investasi dan daya saing Indonesia.


    "Pertama, segera selesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan DPR. Hal yang disasar, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja, dan kesejahteraan pekerja. Sekaligus peningkatan produktivitas kerja serta peningkatan investasi," kata dia dalam webinar di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.

    Kedua, pemerintah menyusun daftar prioritas investasi dengan kriteria berorientasi ekspor, substitusi impor, padat karya, padat modal, hightech dan berbasis digital. Bahkan pemerintah siap memberikan fasilitas baik perpajakan, maupun non perpajakan.

    "Diharapkan dengan daftar prioritas investasi ini, dapat menarik investasi yang bukan hanya besar, juga berkualitas dan mampu menciptakan lapangan kerja," ungkapnya.

    Ketiga, pemerintah melakukan pengembangan koridor di sepanjang Pulau Jawa bagian utara untuk mendorong konektivitas transportasi dan logistik. Pasalnya total koridor Jawa menyumbang 38,7 persen dari total PDB nasional dan 53,56 persen dari total sektor industri nasional.

    "Dengan pengembangan koridor ekonomi di Jawa bagian utara, diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kawasan peruntukan industri sebagai pusat pengungkit pertumbuhan ekonomi baru guna mendukung investasi di sektor industri perdagangan dan jasa serta meningkatkan ekspor," jelas dia.

    Keempat, pemerintah menyusun inisiatif pembangunan super hub sebagai sentra produksi perdagangan teknologi dan keuangan. Saat ini terdapat lima potensi superhub di Indonesia, yakni koridor Bali Nusa Tenggara, koridor Sulawesi Utara, koridor Batam Bintan Karimun Tanjung Pinang.

    "Kawasan ibu kota negara di Kalimantan Timur, kawasan segitiga rebana di Jawa Barat serta pengembangan industri berbasis klaster melalui super hub di daerah-daerah tersebut diharapkan bisa meningkatkan pemerataan ekonomi antar daerah," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id