Gelombang PHK Mulai Muncul di Industri Manufaktur

    Ilham wibowo - 03 April 2020 16:45 WIB
    Gelombang PHK Mulai Muncul di Industri Manufaktur
    Ilustrasi - - Foto: dok MI
    Jakarta: Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai bermunculan di tengah wabah virus korona. Dampak pandemi covid-19 ini begitu menekan industri manufaktur.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Industri Manufaktur Johnny Darmawan mengatakan produktivitas dan daya serap produksi terus menurun seiring imbauan pemerintah terkait social distancing atau menjaga jarak bagi para pekerja dan masyarakat. Pasalnya, tak semua perusahaan bisa memberlakukan work from home atau bekerja dari rumah.

    "Saya ngomong terbuka saja, industri kecil dari dua bulan lalu sudah pada PHK karena mereka berfikir panjang," katanya kepada Medcom.id, Jumat, 3 April 2020.

    Menurutnya, PHK tak hanya menghantui perusahaan skala kecil. Namun perusahaan besar dengan imunitas rendah juga ikut terdampak. Bahkan perusahaan yang bakal gulung tikar tinggal menunggu waktu.

    "Waktu awal-awal kemunculan virus korona kan ada perusahaan yang hanya bisa hidup satu bulan atau dua bulan karena masalah supply impor barang dan sebagainya, peraturan lalu dimudahkan tapi tahu-tahu covid-19 itu muncul di Indonesia dan bantuan pemerintah tidak ada yang ambil," ungkapnya.

    Meski demikian, perusahaan yang tergabung dalam Apindo sepakat untuk mendorong industri skala kecil dan menengah atau UKM tetap bisa bertahan selama penanganan covid-19. Dengan kata lain, kesejahteraan karyawan tetap menjadi prioritas perusahaan.

    Ia menambahkan perusahaan yang mengalami kesulitan cash flow akan didorong untuk melakukan restrukturisasi keuangan internal. "Standing poin dari Apindo clear ya bahwa kami tidak akan menyusahkan karyawan dan apa yang harus didapatkan karyawan," ucapnya.

    Adapun dukungan stimulus dari pemerintah dinilai sangat berarti bagi sektor manufaktur. Sebab, kondisi keuangan perusahaan menjadi indikator munculnya gelombang PHK.

    "Bank tidak akan kasih pinjaman lagi untuk bayar operation dan bank juga pasti tidak mau kasih karena perusahaan belum jelas masa depannya," punglas dia




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id