Imbas Covid-19, Pengelola Mal Pikul Beban Berat

    Eko Nordiansyah - 07 April 2020 11:04 WIB
    Imbas Covid-19, Pengelola Mal Pikul Beban Berat
    Sejumlah pusat perbelanjaan terpaksa menutup kegiatan operasional akibat sepinya pengunjung - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Pengelola mal disebut tengah memikul beban berat akibat penyebaran virus korona (covid-19). Pasalnya, sejumlah pusat perbelanjaan terpaksa menutup kegiatan operasional akibat sepinya pengunjung.

    "Bisnis mal termasuk salah satu sektor yang terkena dampak berat akibat pandemi covid-19. Apalagi jika mereka punya kewajiban dalam bentuk dolar yang kini juga sedang tinggi nilai tukarnya terhadap rupiah," kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 7 April 2020.

    Tauhid mengatakan permintaan sejumlah tenant agar diberikan kebebasan sewa dan service charge pun menjadi sulit diterima. Hal ini karena pengelola mal menghadapi kondisi yang tak kalah berat seperti pembayaran biaya operasional, listrik, tenaga kerja, hingga beban pinjaman kepada pihak ketiga.

    "Membebaskan tenant dari biaya sewa dan service charge kepada penggelola mal bukan cara tepat. Pengelola mal tentu punya pertimbangan untuk mengambil keputusan. Situasi ini mestinya bisa dipikul bersama," ujarnya.

    Dia menyarankan pemerintah agar memberi keringanan beban penggelola mal beserta tenant mereka. Misalnya, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan perbankan dalam memberikan insentif berupa restrukturisasi kredit atau pinjaman murah.

    Kementerian Perdagangan harus menyiapkan satu model insentif bagi pengelola mal. Pemerintah juga bisa membuka opsi untuk menurunkan beban pajak bagi pengelola mal, sehingga ada solusi terbaik bagi semua pihak dan ekonomi tetap bisa berjalan.

    Di sisi lain, pengelola mal semestinya mulai membangun jalur penjualan secara online. Langkah ini akan memperkuat penjualan para tenant. Termasuk saat situasi sudah kembali normal.

    "Harus ada terobosan-terobosan agar tenant bisa tetap survive. Membangun fasilitas penjualan online bisa menjadi opsi untuk memperluas jangkauan pemasaran bagi produk-produk tenant, sehingga transaksi bisa dilakukan secara digital," pungkas dia. 



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id