Kinerja Kementerian BUMN Menangani Covid-19 Diapresiasi

    ant - 03 April 2020 21:57 WIB
    Kinerja Kementerian BUMN Menangani Covid-19 Diapresiasi
    Gedung BUMN. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus mengapresiasi kinerja Kementerian BUMN karena berperan besar dalam penanganan pandemi virus korona (covid-19) di Indonesia.

    “Apresiasi terhadap Kementerian BUMN yang terlibat dan ditugaskan di garis depan menghadapi pandemi covid-19,” kata Deddy saat menghadiri rapat virtual bersama Menteri BUMN di Jakarta, Jumat, 3 April 2020.

    Deddy meminta agar Kementerian BUMN mampu mengoptimalkan potensi seluruh BUMN untuk menjalani tugas kemanusiaan melawan virus korona. BUMN diharapkan mampu mengambil peran besar dalam memenuhi kebutuhan alat medis penunjang penanganan pandemi virus korona.

    “Kementerian BUMN diharapkan mampu memobilisasi seluruh potensi BUMN untuk pengadaan sarana dan prasarana kesehatan terkait penanganan covid-19, seperti masker, APD dan ventilator termasuk obat dan vitamin,” ucap wakil rakyat dari dapil Kalimantan Utara tersebut.

    Baca: Kementerian BUMN Distribusikan 3 Juta Masker ke Daerah

    Dedy juga meminta agar BUMN Farmasi dilibatkan dalam pengadaan sarana dan prasarana kesehatan untuk penanganan covid-19.

    Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pemerintah mendorong semua perusahaan BUMN untuk terlibat dalam pencegahan dan penanganan pandemi korona di Indonesia. Menurut Erick, keterlibatan BUMN adalah keharusan walau risikonya adalah merugi.

    Target perusahaan BUMN tahun depan pun hanya dividen tetap, meski tetap disiapkan antisipasi agar BUMN mampu melalui masa sulit akibat dampak dari wabah korona ini.

    Erick juga memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) atau layoff dalam rencana bersih-berih di tubuh perusahaan pelat merah. Kebijakan merampingkan struktur perusahaan tersebut tetap dieksekusi di tengah wabah covid-19.

    "Memang keadaannya sulit hari ini dengan korona, tetapi juga kita tidak boleh terlena, pasrah tanpa terus bergerak. Kami di BUMN tetap melakukan KPI. Tentu ada pertanyaan bagaimana nasib karyawan, kita seminimal mungkin enggak layoff," kata Erick dalam virtual conference, Jumat, 3 April 2020.
     
    Ia mengatakan perampingan dimaksudkan sebagai upaya menciptakan efisiensi dan menjadikan perusahaan BUMN lebih fokus menjalankan inti bisnisnya sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan benar (GCG). Untuk tahap pertama, perampingan dilakukan oleh tiga perusahaan BUMN yakni PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), dan PT Telkom (Persero).



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id