Transportasi Sumbang Inflasi Terbesar di Mei 2020

    Eko Nordiansyah - 02 Juni 2020 12:35 WIB
    Transportasi Sumbang Inflasi Terbesar di Mei 2020
    Transportasi menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi bulan Mei 2020. Foto: Antara/Widodo S Yusuf
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi paling besar yaitu 0,87 persen. Bahkan transportasi memberikan andil inflasi hingga 0,10 persen, lebih besar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tarif angkutan udara dan tarif kereta api menjadi penyumbang utama inflasi pada sektor transportasi. Padahal pemerintah telah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).

    "Kita lihat tarif angkutan udara memberi andil inflasi 0,08 persen, tipis. Dan tarif kereta api yang memberikan andil 0,02 persen. Kenaikan tarif angkutan udara terjadi di 39 kota," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020.

    Sementara itu, kelompok makanan minuman dan tembakau tercatat mengalami deflasi minus 0,32 persen dengan andil terhadap deflasi yaitu minus 0,08 persen. Deflasi pada kelompok ini terjadi karena adanya penurunan harga sejumlah komoditas.

    "Harga berbagai makanan yang mengalami penurunan sehingga menyebabkan deflasi, di antaranya adalah cabai merah, telur ayam ras, bawang putih, cabai rawit, bawang bombay," ungkap dia.

    Meski begitu, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang inflasi, seperti bawang merah yang memberi andil inflasi sebesar 0,06 persen, daging ayam ras 0,03 persen, daging sapi dan rokok kretek filter masing-masing 0,01 persen.

    Untuk kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,10 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,12 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,10 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,08 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,04 persen. Seluruh kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi 0,01 persen.

    Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki tercatat mengalami inflasi 0,09 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,08 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,06 persen, pendidikan 0,00 persen. Meski mengalami inflasi, seluruh sektor ini tidak memberikan andil terhadap inflasi Mei 2020.

    Inflasi pada Mei 2020 tercatat sebesar 0,07 persen secara month to month (mtm). Secara tahun kalender atau year to date (ytd) sejak Januari sampai dengan Mei tahun ini adalah sebesar 0,90 persen. Sementara inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat sebesar 2,19 persen.  
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id