Indonesia Butuh Cadangan Pangan Nasional

    Cindy - 06 Agustus 2020 20:14 WIB
    Indonesia Butuh Cadangan Pangan Nasional
    Ilustrasi stok beras/Medcom.id/Kautsar Widya
    Jakarta: Indonesia butuh pengembangan area lahan pertanian baru untuk meningkatkan cadangan pangan nasional. Sebab, Indonesia kerap mengimpor bahan pangan khususnya gandum.

    "Data pangan kita sebetulnya mengkhawatirkan. Dari 20 tahun lalu selalu impor pangan," beber Dosen Fakultas Pertanian IPB, Basuki Sumawinata lewat diskusi publik secara daring, Kamis, 6 Agustus 2020.

    Basuki menyebut Indonesia telah mengimpor gandum sebanyak 10-11 juta ton selama kurun waktu 2010-2018. Menurut dia, Indonesia merupakan importir gandum terbesar di dunia.

    "Yang paling mengkhawatirkan kita mengganti pangan kita menjadi pangan yang lebih tidak bisa kita atasi yaitu gandum. Entah gandum itu dipakai untuk pangan atau pakan," ujarnya.  

    Baca: Buwas Siap Pertahankan Komitmen Tak Impor Beras

    Kemudian, impor gula sebesar 4 juta ton, kedele 2 juta ton, jagung antara 0,3 sampai 2 juta ton dan beras antara 0,5-2 juta ton. Hal ini dinilai mengkhawatirkan bila terus terjadi.

    "Sekarang penduduk kita 260 juta orang, Kalau tidak melakukan perubahan maka akan menjadi luar biasa (impor pangan)," kata Basuki.

    Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menyebutkan hal serupa. Pangan berupa beras yang dibutuhkan 260 juta masyarakat Indonesia adalah sebesar 32 juta beras per tahun.

    "Tahun 2030 diprediksi jumlah penduduk mencapai 307 juta orang, maka kita butuh konsumsi 60 juta beras per tahun," paparnya.

    Sementara itu, produksi beras nasional hanya mencapai 48 juta per tahun. Bila pemerintah tidak menambah area lahan pertanian, maka Indonesia akan terus mengimpor pangan dari luar.

    "Karena Indonesia akan minus 12 juta (dari produksi per tahun). Manakala Indonesia tidak melakukan apa-apa dan hanya menunggu," kata Winarno.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id