BNI Luncurkan Aplikasi Pinjaman Online bagi Nelayan

    Antara - 25 Juli 2020 20:45 WIB
    BNI Luncurkan Aplikasi Pinjaman <i>Online</i> bagi Nelayan
    Ilustrasi Bank BNI - - Foto: Antara/ Prasetyo
    Jakarta: PT BNI (Persero) meluncurkan aplikasi BNI MOVE atau Mobile Innovation for SME Ecosystem bagi nelayan. Aplikasi tersebut memudahkan akses permodalan bagi nelayan dan pelaku UMKM di sektor perikanan.

    "Untuk lebih memudahkan para pelaku UMKM mendapatkan permodalan, kami hadirkan aplikasi BNI MOVE atau Mobile Innovation for SME Ecosystem," kata Direktur Utama BNI Herry Sidharta dikutip dari Antara, Sabtu, 25 Juli 2020.

    Herry menjelaskan aplikasi tersebut merupakan harapan baru bagi para pelaku UMKM termasuk yang berada di pelosok agar tetap bertahan di tengah pandemi. Karena itu, BNI fokus menggarap sektor perikanan dalam penyaluran pembiayaan termasuk kredit usaha rakyat (KUR).

    Sebelumnya, BNI juga sudah menggarap subsektor kelautan dan perikanan bidang pengolahan, penangkapan, budi daya, dan garam rakyat. Hingga 30 Juni 2020, portofolio BNI di sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp16,73 triliun dengan memberdayakan 16.613 UMKM.


    "Digitalisasi dan pola klasterisasi menjadikan pembiayaan yang disalurkan BNI terjaga kualitasnya," tutur dia.

    Selain memberikan solusi pembiayaan, BNI turut aktif dalam mendukung program KKP melalui kerja sama dengan perusahaan rintisan seperti Aruna, FishON, dan FisTx.

    Melalui kerja sama ini diharapkan nelayan, petambak, dan pelaku UMKM di sektor kelautan dan perikanan lainnya dapat mengakses pasar dengan hasil yang terstandarisasi, serta dapat memenuhi segala kebutuhan usahanya dari ekosistem nelayan yang dibentuk.

    "Kerja sama ini mempermudah pencatatan aktivitas usaha nelayan yang dapat menjadi nilai tambah dalam proses pengajuan pembiayaan. Sekaligus mempermudah nelayan dalam mengakses layanan perbankan secara digital," ujarnya.

    Sementara itu, Menteri KKP Edhy Prabowo menilai fasilitas KUR efektif untuk menggerakkan perekonomian masyarakat meski selama ini KUR belum terserap maksimal untuk membangun sektor kelautan dan perikanan. Serapan KUR, kata dia, baru mencapai Rp76,21 triliun dari pagu yang disiapkan sebesar Rp190 triliun pada 2020.

    "KKP akan melakukan langkah terobosan, kita memberikan penguatan kepada pelaku usaha," ujar Edhy.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id