Hipmi Tolak Pembebasan Impor Bawang Putih dan Bombai

    Media Indonesia.com - 21 Maret 2020 19:23 WIB
    Hipmi Tolak Pembebasan Impor Bawang Putih dan Bombai
    Ilustrasi penjualan bawang putih - - Foto: Dok MI
    Jakarta: Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menolak kebijakan pembebasan impor bawang putih dan bawang bombai tanpa pembatasan kuota. Kebijakan itu dikeluarkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2020.

    Impor kedua komoditas hortikultura tersebut tanpa harus persetujuan impor baik itu Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) maupun Surat Persetujuan Impor (SPI).

    "Permendag yang baru ditetapkan ini mutlak sangat mencederai tatanan hukum negara. Sekarang dibebaskan tanpa RIPH hanya berupa surat atau maksimal Permendag,” kata Kompartemen BPP Hipmi Tri Febrianto dikutip di Media Indonesia, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Tri menjelaskan kebijakan yang dikeluarkan Menteri Perdagangan tersebut berdampak langsung pada membanjirnya bawang putih dan bombai impor di dalam negeri. Meski alasannya untuk meredam harga, tapi dampak negatifnya lebih mengerikan yakni membunuh petani dalam negeri.

    Petani saat ini tengah semangat atau masif membudidayakan bawang putih, tak hanya untuk penuhi kebutuhan dalam negeri, namun untuk ekspor agar petani semakin sejahtera.

    “Ini kebijakan yang salah, tidak bisa ditolerir karena jelas menghancurkan program swasembada bawang putih dan petani itu sendiri,” jelasnya.

    Selain itu, Permendag Nomor 27 Tahun 2020 itu pun mematikan perekonomian dalam negeri. Yakni keteribatan pengusaha Indonesia dalam mendatangkan barang-barang pangan impor dari negara-negara asal, dihilangkan.

    Sebab negara asal bisa memasukkan langsung barangnya ke Indonesia. Artinya, kegiatan importase dimonopoli para pengusaha raksasa yang menguasai barang-barang pangan di negara asal.


    “Para pengusaha kecil di dalam negeri tak bisa melakukan impor berdampak nyata pada tidak berjalannya pertumbuhan ekonomi ekonomi. Tapi ujung semua ini akan mengubah struktur bisnis terutama bawang putih dan berikutnya bombay,” tegasnya.

    Tri menambahkan pembebasan izin impor bawang putih akan menciptakan kartel bawang putih yang nilai perdagangannya mencapai Rp7 triliun. Dalam tiga bulan, importasi bawang putih akan diblok dan hanya dilakukan oleh importir besar dan segelintir importir raksasa akan bergabung untuk mengusai produsen bawang putih di Tiongkok dan hanya akan menjual ke mereka.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id