Badan Karantina Ikan Perlu Sidak Antisipasi Kasus Ekspor ke Tiongkok

    Antara - 23 September 2020 11:04 WIB
    Badan Karantina Ikan Perlu Sidak Antisipasi Kasus Ekspor ke Tiongkok
    Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
    Jakarta: Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) perlu lebih banyak melakukan aktivitas inspeksi mendadak atau sidak kepada berbagai unit pengolahan ikan di berbagai daerah. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya kasus larangan ekspor dari Tiongkok.

    "Tugas BKIPM KKP untuk meninjau atau sidak," kata Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, dikutip dari Antara, Rabu, 23 September 2020.

    Sudin menegaskan berdasarkan hasil kajian adalah tidak mungkin bila produk perikanan terpapar oleh covid-19. Namun, lanjutnya, kasus larangan ekspor dari Negeri Tirai Bambu tersebut kemungkinan karena ada pegawai yang melakukan pengemasan ternyata tidak steril.

    Ia mengingatkan biasanya seseorang sebelum masuk ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) harus memakai baju khusus dan semacam Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, ujar dia, prosedur lainnya yang biasanya kerap ada di dalam UPI adalah penyemprotan cairan desinfektan.

    Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menjawab pemberitaan larangan ekspor produk perikanan ke Tiongkok oleh otoritas yang berwenang di Negeri Tirai Bambu tersebut. Adapun KKP telah mendapatkan notifikasi dari General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) pada 18 September 2020.

    Atas notifikasi tersebut, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Produk Perikanan (BKIPM) telah melakukan langkah-langkah seperti berkomunikasi dengan Atase Perdagangan RI di Beijing dan berdasarkan surat GACC maka ekspor PT PI dihentikan sementara ke Tiongkok selama tujuh hari terhitung sejak 18 September 2020.

    Selain itu, karena kasus tersebut, maka KKP melakukan penghentian sementara pelayanan Health Certificate (HC) dengan menerbitkan Internal Suspend terhadap PT PI dan saat ini sedang dalam proses investigasi. Sejak 2020 pihak GACC telah melakukan pengawasan dengan mengambil 500 ribu sampel produk makanan termasuk produk perikanan yang masuk ke Tiongkok.

    Hasilnya, ditemukan enam sampel yang terkontaminasi covid-19, dengan salah satu dari enam sampel adalah ikan beku layur berasal dari Indonesia. Namun, KKP menekankan temuan tersebut terdapat pada kemasan terluar, bukan di dalam ikan. Otoritas Tiongkok hanya akan menangguhkan impor produk perikanan dari PT PI selama seminggu mulai 18 September 2020.


    Selain itu, KKP juga menekankan bahwa yang dilarang ekspor hanyalah PT PI, sedangkan yang lainnya tetap bisa melakukan kegiatan ekspor seperti biasa.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id