Menteri Teten Beri Restrukturisasi Pinjaman Koperasi Sapi Perah

    Ilham wibowo - 28 Juni 2020 13:01 WIB
    Menteri Teten Beri Restrukturisasi Pinjaman Koperasi Sapi Perah
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat mengunjungi Koperasi Produksi Susu dan Peternakan Sapi Perah (KPS) Bogor. Foto: Dok. Kemenkop UKM
    Jakarta: Koperasi dan UMKM terdampak pandemi covid-19 bisa memanfaatkan kebijakan restrukturisasi pinjaman. Cicilan pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sementara bisa ditunda.

    Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat mengunjungi Koperasi Produksi Susu dan Peternakan Sapi Perah (KPS) Bogor di Kawasan Usaha Peternak Sapi Perah, Desa Pemijahan, Kecamatan Pemijahan, Kabupaten Bogor. Ia hadir bersama Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo  mensosialisasikan program restrukturisasi pinjaman.

    "Saya diminta pak Presiden Jokowi untuk menghidupkan kembali koperasi dan UMKM di sektor riil," kata Teten melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 28 Juni 2020.

    KPS Bogor menjadi mitra penerima dana bergulir sejak 2011 dan telah mendapatkan pembiayaan sebanyak dua kali. Pinjaman kedua sebesar Rp5 miliar yang diterima pada 2016 dan berhak mendapatkan fasilitas restrukturisasi karena memiliki track record pembayaran lancar.

    "KPS Bogor ini kita masukkan ke program restrukturisasi pinjaman dan pembiayaan. Katanya mereka sekarang sedang kesulitan membayar sisa cicilan yang jumlahnya Rp1,9 miliar lagi. Makanya, beban sisa cicilannya bisa ditunda setahun, atau tidak mesti dibayarkan dulu, agar mereka bisa menghidupkan usahanya dan menyejahterakan para angotanya," papar Teten.

    Secara simbolis Teten memberikan restrukturisasi pembiayaan KPS Bogor berupa penundaan pembayaran angsuran pokok selama jangka waktu 12 bulan. Fasilitas keringan untuk menjaga bisnis selama wabah ini diserahkan kepada Ketua KPS Bogor Zamroni Burhan di hadapan seluruh pengurus dan anggota koperasi.

    "Nah, setelah hidup kembali, kita berkomitmen untuk meningkatkan usahanya dengan mengabulkan pinjaman baru secara bertahap," ujarnya.

    Sementara itu, Zamroni Burhan mengatakan bahwa seluruh anggotanya sebagai peternak sapi perah sangat merasakan dampak covid-19. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah menyebabkan terbatasnya akses masuk produk susu ke daerah dan distribusi pakan terhambat.

    "Pakan ternak ada yang berupa ampas tahu dan ampas tempe, ada juga yang berasal dari bungkil kelapa sawit dan bungkil kopi yang merupakan bahan baku konsentrat yang berasal dari Pulau Sumatra. Terbatasnya persediaan konsentrat protein sapi berpengaruh langsung pada volume susu yang dihasilkan. Meskipun permintaan pembeli tinggi, namun supply sangat rendah,” papar Burhan.

    Rata-rata produksi susu yang dihasilkan sapi pada bulan Januari-Maret sebanyak 12 ton, tetapi dalam kondisi pandemi yang menyebabkan berkurangnya satu jenis menu pakan yang berdampak pula pada menurunnya produksi susu. Pada April-Juni, produksi susu hanya mencapai delapan ton.

    Meskipun ada pakan sapi yang berupa ampas, kandungan proteinnya cukup tinggi dan berpengaruh pada volume susu yang dihasilkan sapi. "Sampai sejauh ini, suplemen atau konsentrat tersebut belum ada penggantinya," ucapnya.

    Terkait pendapatan, sebelumnya peternak memperoleh Rp10 juta per bulan dengan cicilan pinjaman sebesar Rp3 juta-Rp4 juta per bulan. Namun dengan kondisi saat ini pendapatan mereka menurun hingga Rp5 juta per bulan.

    "Besar harapan dengan adanya restrukturisasi ini anggota mampu bertahan dan tetap optimis melanjutkan usahanya,” pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id