comscore

Luhut Klaim Strategi Atasi Pandemi Efektif Turunkan Pengangguran

Antara - 09 Mei 2022 18:31 WIB
Luhut Klaim Strategi Atasi Pandemi Efektif Turunkan Pengangguran
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Kemenko Kemaritiman dan Investasi
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyebut strategi pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 telah efektif mencegah dampak ekonomi yang ditimbulkan. Hal itu termasuk dengan keberhasilan menurunkan tingkat pengangguran hingga 5,83 persen per Februari 2022.

"Langkah efektif yang diambil oleh pemerintah dalam penanganan pandemi ini juga memberikan dampak penurunan terhadap tingkat pengangguran yang semula berada pada posisi 6,26 persen pada periode Februari 2021 menurun hingga posisi 5,83 persen pada periode Februari 2022,” kata Luhut, di Kantor Presiden, dilansir dari Antara, Senin, 9 Mei 2022.
Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers Senin ini mengumumkan tingkat pengangguran pada Februari 2022 mencapai 5,83 persen atau menurun dibandingkan dengan Februari 2021 sebesar 6,26 persen. Jumlah pengangguran di Indonesia tercatat turun dari sebelumnya 8,75 juta pada Februari 2021 menjadi 8,4 juta pada Februari tahun ini.

Penurunan pengangguran tersebut, kata Luhut, telah memberikan dampak positif bagi perekonomian domestik. Lebih lanjut, kata Luhut, hingga saat ini situasi pandemi covid-19, yang turut disebabkan persebaran varian Omicron, terus membaik.


Hal ini terjadi berkat langkah-langkah pengendalian yang dilakukan secara efektif sehingga tetap menjaga kinerja perekonomian Indonesia. Selain itu, momentum Idulfitri 2022 telah memberikan stimulus perekonomian karena meningkatnya mobilitas dan pengeluaran masyarakat sehingga memberikan efek perputaran uang.

Mobilitas masyarakat tercatat meningkat hingga 48,1 persen pada Idul Fitri 1443 H dibandingkan tingkat acuan (baseline). Selain itu Indeks Belanja Mandiri juga meningkat hingga 31 persen lebih tinggi dibandingkan puncak Lebaran pada 2021.

“Meski tentu ini positif bagi kinerja perekonomian, peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi juga memiliki risiko, berupa penyebaran kasus, yang perlu diantisipasi oleh pemerintah,” pungkas Luhut.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id