comscore

Pertamina, Pupuk Indonesia dan Mitsubishi Kembangkan Bisnis Hidrogen dan Amonia

Annisa ayu artanti - 04 Maret 2022 15:22 WIB
Pertamina, Pupuk Indonesia dan Mitsubishi Kembangkan Bisnis Hidrogen dan Amonia
Ilustrasi pengembangan energi hijau - - Foto: dok LIPI
Jakarta: PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Mitsubishi Corporation sepakat untuk mengembangkan bisnis Green Hidrogen dan Green Ammonia Value Chain serta Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Kesepakatan ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menyampaikan, kesepakatan ini merupakan bagian dari misi Green Industry Cluster yang telah disepakati dan diresmikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Pertamina, dan Pupuk Indonesia sebelumnya.

"Kami sangat berkomitmen untuk memastikan Indonesia bisa mengurangi emisi gas rumah kaca berdasarkan National Determined Contribution (NDC) hingga 29 persen pada 2030, tetapi kami tidak bisa melakukannya sendirian. Kami tahu untuk mewujudkannya, kuncinya adalah partnership," kata Pahala melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Maret 2022.

Pahala menekankan, pada kegiatan Presidensi G20 yang akan berlangsung Oktober, pemerintah dan BUMN ingin menunjukkan kepada dunia tentang keberhasilan transisi energi yang tengah digarap, salah satunya dengan melakukan pensiun dini (early retirement) PLTU batu bara. Itu semua dapat terwujud dengan adanya kolaborasi dan sinergi yang kuat antarnegara dan swasta.  
“Kita juga ingin menunjukkan bahwa upaya transisi energi dapat dilakukan bukan hanya melalui pensiun dini PLTU namun juga dengan cara mengurangi utilisasinya melalui kegiatan cofiring dengan ammonia dan biomassa serta bagaimana pemanfaatan teknologi seperti carbon capture," jelasnya.
 
Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Iman Rachman menambahkan penandatanganan kesepakatan ini diharapkan terwujud bentuk kerja sama strategis jangka pendek dan jangka panjang demi mencapai target-target nasional secara masif.  
“Langkah awal untuk mewujudkan pengembangan Blue/Green Hidrogen dan Blue/Green Ammonia di Indonesia tentunya juga akan menjadi milestone penting untuk membentuk ekosistem industri hijau yang lebih luas lagi di Indonesia,” ujar Iman.  

Menurut Iman, Pertamina melakukan kerja sama untuk mengembangkan blue/green hydrogen, blue/green ammonia, dan Carbon Capture Utilization and  Storage (CCUS), dengan difasilitasi produksi milik Pupuk Indonesia dan co-combustion ammonia di  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara.

Green hidrogen yang dihasilkan dari pembangkit EBT akan dimanfaatkan untuk memproduksi green ammonia. Sedangkan blue hidrogen yang dihasilkan dari pembangkit low carbon dengan carbon emission treatment facility akan dimanfaatkan untuk memproduksi green ammonia, yang dapat dimanfaatkan untuk co-combustion ammonia PLTU Batubara.

Pertamina akan mendukung dan mendorong kolaborasi dengan SH Power dan NRE sebagai motor transisi energi Pertamina. SH Power dan NRE bersama partner telah mengidentifikasi potensi EBT lebih dari 10 GW yang dapat digunakan untuk green hidrogen di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bakir Pasaman menyatakan, Pupuk Indonesia sangat menyambut baik kerjasama dengan Pertamina dan Mitsubishi ini. Hal ini sejalan dengan target Pemerintah untuk meningkatkan akses terhadap green energy dan mencapai target Net Zero Emission.  

“Kami di industri pupuk sangat optimis terhadap pengembangan green hydrogen, green ammonia maupun blue ammonia. Pengangkutan hidrogen mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dan sangat mahal. Oleh karena itu, untuk mendapatkan biaya pengangkutan yang ekonomis, salah satu alternatifnya adalah mengangkut hidrogen tersebut dalam bentuk amonia," jelasnya.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id