comscore

Apindo Nilai Revisi UMP Jakarta Sepihak

Husen Miftahudin - 20 Desember 2021 15:20 WIB
Apindo Nilai Revisi UMP Jakarta Sepihak
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2022 yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melanggar regulasi pengupahan yang ada di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Hariyadi menganggap Anies melanggar ketentuan yang ada di Pasal 26 terkait tata cara perhitungan upah minimum, Pasal 27 mengenai UMP, serta Pasal 29 mengenai waktu penetapan upah minimum yang bagi provinsi seharusnya ditentukan selambat-lambatnya pada 21 November 2021.
"Pemerintah DKI Jakarta juga telah secara sepihak melakukan revisi UMP DKI Jakarta 2022 tanpa memperhatikan pendapat dunia usaha, di mana dalam hal ini Apindo DKI Jakarta telah menyatakan keberatannya terhadap revisi tersebut karena melanggar ketentuan PP 36/2021," ujar Hariyadi dalam Konferensi Pers Menyikapi Revisi UMP DKI Jakarta 2022, Senin, 20 Desember 2021.

Hariyadi menuturkan revisi UMP DKI Jakarta yang dilakukan Anies Baswedan akan menjadikan upaya untuk mengembalikan UMP sebagai jaring pengaman sosial (social safety net) sulit dilaksanakan, khususnya keterkaitan dengan pelaksanaan struktur skala upah.

Ia menjelaskan, UMP merupakan jaring pengaman sosial yang dapat digunakan untuk menerapkan struktur skala upah. Sebab, upah minimum adalah upah yang ditetapkan dan diberlakukan kepada pekerja yang baru mulai bekerja, belum punya pengalaman, atau nol pengalaman.

"Jadi bisa dibayangkan kalau di dalam penerapan upah minimum ini masih menggunakan konsep seperti yang lalu, yaitu upah minimum menjadi upah rata-rata, maka ruang untuk memberlakukan struktur skala upah ini menjadi sulit karena layer berikutnya kepada pekerja yang upahnya di atas upah minimum itu ruangnya menjadi sangat kecil atau bahkan tidak ada," paparnya.

Hariyadi menambahkan, revisi UMP DKI Jakarta juga dinilai akan menimbulkan risiko yang besar bagi pencari kerja yang baru. Pekerja pemula tersebut akan kehilangan kesempatan karena upah minimum yang tinggi, sehingga perusahaan tentu akan memilih pekerja berpengalaman,

"Sehingga, ini membuat kesempatan untuk angkatan kerja baru ini akan semakin terbatas kesempatannya untuk dapat bekerja," ungkap Hariyadi.


Revisi UMP DKI Jakarta


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil keputusan merevisi dan menaikkan UMP DKI Jakarta 2022 menjadi Rp4.641.854. Sehingga, UMP DKI Jakarta 2022 naik 5,1 persen atau senilai Rp225.667 dari UMP 2021.

Keputusan ini mempertimbangkan sentimen positif dari kajian dan proyeksi ekonomi. Serta, berdasarkan kajian ulang dan pembahasan kembali semua pemangku kepentingan terkait dan semangat keberhati-hatian di tengah mulai berderapnya laju roda ekonomi di Jakarta.

Kajian yang dimaksud ialah kajian Bank Indonesia (BI) ihwal proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 4,7 persen sampai 5,5 persen. Lalu, inflasi akan terkendali pada posisi tiga persen (2-4 persen) dan Institute For Development of Economics and Finance (Indef) yang memproyeksikan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 sebesar 4,3 persen.

Anies menegaskan keputusan menaikkan UMP DKI Jakarta menjunjung asas keadilan bagi pihak pekerja, perusahaan, dan Pemprov DKI Jakarta. Sebagai gambaran, pada tahun-tahun sebelum pandemi covid-19, rata-rata kenaikan UMP Jakarta selama enam tahun terakhir ialah 8,6 persen.

"Kami menilai kenaikan 5,1 persen ini suatu kelayakan bagi pekerja dan tetap terjangkau bagi pengusaha. Ini juga sekaligus meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Ini wujud apresiasi bagi pekerja dan juga semangat bagi geliat ekonomi dan dunia usaha. Harapan kami ke depan, ekonomi dapat lebih cepat derapnya demi kebaikan kita semua," tutur dia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id