comscore

Ujung Tombak Transisi Energi

Desi Angriani - 21 Desember 2021 21:55 WIB
Ujung Tombak Transisi Energi
Ilustrasi pembangkit-pembangkit yang menjadi sumber emisi karbon - - Foto: dok Kementerian Keuangan

Adapun pada periode 2030 hingga 2056, PLTU akan digantikan dengan energi baru terbarukan secara bertahap. Tidak akan ada kerugian yang ditimbulkan dari sisi finansial lantaran proses pensiun tersebut dilakukan dengan mengikuti kontrak.

Berikut rencana penonaktifan pembangkit listrik batu bara:

  • 2030 tahap pertama bagi PLN mempensiunkan pembangkit fosil tua yang subkritikal sebesar satu gigawatt (GW).
  • 2035 memasuki tahap kedua, PLN akan kembali mempensiunkan PLTU sub-kritikal sebesar sembilan GW.
  • 2040 PLN akan mempensiunkan PLTU yang supercritical sebesar 10 GW.
  • 2045 PLN akan dilaksanakan pemensiunan PLTU ultra supercritical tahap pertama sebesar 24 GW.
  • 2055 tahap terakhir mempensiunkan PLTU supercritical sebesar lima GW.
Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai energi bersih merupakan sebuah keniscayaan. Namun, saat ini masih cukup banyak hambatan dalam mengembangkannya. Di antaranya listrik yang dihasilkan oleh EBT cenderung intermiten sehingga pemanfaatan energi fosil masih dibutuhkan.

Kemudian harga listrik dari pembangkit EBT relatif lebih mahal dibandingkan dengan PLTU. Hal tersebut akan langsung berdampak pada biaya pokok penyediaan (BPP) listrik.
Sebagai contoh biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sekitar Rp600-Rp800 per kilowatt hour (kwh) dan BPP PLN secara umum tercatat Rp1.297 per kwh per Juni 2021.

"Komponen penunjang pembangkit EBT masih terbatas. Dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang rendah, pengembangan pembangkit EBT belum mampu memberikan manfaat yang maksimal," ujar Mamit dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat, 18 Desember 2021.

Investasi dan pendanaan energi terbarukan

Pada 3 November lalu, Indonesia, Filipina dan Bank Pembangunan Asia (ADB) mengumumkan kerja sama kemitraan dalam Mekanisme Transisi Energi (ETM). Ini merupakan bentuk pembiayaan pemerintah-swasta atau pembiayaan campuran (blended finance) dalam mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara, dan menggantinya dengan sumber energi yang bersih dan terbarukan.

Sebelumnya, ADB didapuk memimpin sekelompok lembaga keuangan dalam menyusun rencana percepatan penutupan PLTU di Asia, termasuk Indonesia. ADB nantinya akan membeli aset-aset tersebut dan menghentikan operasional PLTU dengan memberikan kompensasi untuk membangun pembangkit listrik dengan energi terbarukan.

Setidaknya ada 5,5 GW PLTU batu bara yang bisa masuk dalam proyek pensiun dini dengan kebutuhan pendanaan mencapai USD30 miliar selama delapan tahun ke depan.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kebutuhan dana tak hanya bergantung dari besaran kompensasi yang harus ditanggung, tapi jumlah investasi yang akan masuk dalam pembangunan pembangkit EBT.

Selain skema ETM, proyek energi terbarukan di Indonesia juga akan ditopang oleh pajak karbon dan pajak atas karbon yang berlaku pada 1 April 2022. Sebagai tahap awal, pajak karbon akan diterapkan pada sektor Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara dengan menggunakan mekanisme pajak berdasarkan pada batas emisi (cap and tax).

Tarif Rp30 per kilogram karbon dioksida ekuivalen diterapkan pada jumlah emisi yang melebihi cap yang ditetapkan. Dalam mekanisme pengenaannya, wajib pajak dapat memanfaatkan sertifikat karbon yang dibeli di pasar karbon.

"Ada hitung-hitungan bisnis, berapa yang ditanggung APBN, berapa yang dibantu uang internasional," jelas Suahasil.

Ujung Tombak Transisi Energi
Ilustrasi PLN tengah membangun salah satu pembangkit listrik energi terbarukan - - Foto: dok PLN

Adapun Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sebesar 418 gigawatt (GW) yang dapat dikembangkan melalui berbagai jenis pembangkit ramah lingkungan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id