LPEI Dapat Suntikan Pendanaan Rp8,65 Triliun

    Eko Nordiansyah - 28 September 2020 14:32 WIB
    LPEI Dapat Suntikan Pendanaan Rp8,65 Triliun
    Ilustrasi kegiatan ekspor. Foto : MI.
    Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapatkan suntikan pendanaan sebesar USD580 juta atau sekitar Rp8,65 triliun (kurs Rp14.926 per USD). Suntikan modal didapat dari China Eximbank dan PT Bank ICBC Indonesia.

    Pinjaman yang diterima oleh LPEI ini dalam bentuk term loan facility masing-masing dari China Eximbank senilai USD200 juta dengan tenor tiga tahun dan PT Bank ICBC Indonesia dengan nilai USD380 juta untuk tenor tiga dan lima tahun.

    Penandatanganan kerja sama dilakukan secara terpisah oleh Agus Windiarto dan Henry Sihotang sebagai Direktur Pelaksana LPEI dengan Deputy General Manager of Corporate Banking Department China Eximbank Gao Ning dan Direktur PT Bank ICBC Indonesia Thomas Arifin.

    Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas menyampaikan 50 persen dari pinjaman China Eximbank akan digunakan untuk mendukung pembiayaan modal kerja eksportir dengan prioritas pada proyek-proyek yang memfasilitasi perdagangan, investasi, dan infrastruktur antara Indonesia dan Tiongkok.  

    "Pinjaman tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja nasabah LPEI dalam rangka mendorong pertumbuhan ekspor dan impor antara Indonesia dan Tiongkok," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 28 September 2020.
     
     


    Ia menambahkan, kerja sama antara LPEI dengan China Eximbank menunjukkan sinergi antar bank pembiayaan ekspor yang tergabung dalam The Asian Exim Banks Forum. Kerja sama ini semakin erat di tengah situasi global yang penuh tantangan akibat pandemi covid-19.

    Sedangkan sinergi LPEI dan PT Bank ICBC Indonesia diharapkan membantu percepatan pertumbuhan ekspor nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sektor berorientasi ekspor. Pinjaman ini juga membuka peluang bagi LPEI untuk memberikan pembiayaan dengan tenor yang relatif panjang.

    Selain itu, kerja sama tersebut membuktikan bahwa LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus mendapatkan kepercayaan dan dukungan penuh dari lembaga keuangan internasional dalam menjalankan mandat undang-undang yakni mendorong kinerja ekspor nasional.

    "Fasilitas pinjaman ini juga merupakan bentuk kepercayaan dari lembaga keuangan internasional kepada LPEI dalam mendapatkan akses pendanaan guna mendukung kegiatan perdagangan luar negeri. Kami berharap, kerjasama ini akan berlanjut di masa mendatang," ungkapnya.

    Lebih lanjut, LPEI akan terus mendukung sektor UKM dan korporasi dalam negeri agar mampu menembus pasar ekspor. Saat ini, LPEI juga memberikan perhatian kepada supplier dari eksportir yang membutuhkan pembiayaan melalui skema Supply Chain Financing.

    Skema ini memungkinkan produk yang diekspor bisa lewat perusahaan lain. Di samping itu, melalui skema Supply Chain Financing, LPEI mendukung sinergi antar rantai pasok ekspor, sehingga produk Indonesia diharapkan benar-benar mampu memenuhi permintaan pasar ekspor.

    "Dengan demikian, diharapkan peran yang saat ini diberikan kepada LPEI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dapat lebih mudah dijalankan. Seperti diketahui, saat ini LPEI mendapat penugasan menyalurkan pembiayaan ke UKM berorientasi ekspor, serta melakukan penjaminan kredit korporasi," tuturnya.

    Selain itu, ditengah situasi yang kian menantang, LPEI juga terus berusaha mencari pendanaan dengan biaya yang kompetitif sekaligus melakukan diversifikasi sumber dana. Dengan begitu, dana tersebut dapat disalurkan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi yang akan membantu upaya pemulihan ekonomi nasional.  
    (SAW)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id