Kian Merugi Akibat Pandemi, Matahari Tutup 7 Gerai

    Annisa ayu artanti - 22 Oktober 2020 21:20 WIB
    Kian Merugi Akibat Pandemi, Matahari Tutup 7 Gerai
    Matahari department store. Foto: Antara/Aprilio Akbar
    Jakarta: Kinerja emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) kian memburuk di tengah pandemi yang tak kunjung usai.

    Penjualan kotor Matahari selama sembilan bulan pertama tahun ini hanya Rp5,9 triliun atau turun 57,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pendapatan bersih turun 57,5 persen menjadi Rp3,3 triliun.

    CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Department Store Terry O'Connor mengatakan ketika Matahari mulai pulih pada Juli-Agustus, kebijakan rem darurat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II membuat kinerja kembali terhambat.

    "Semua rencana pemulihan kami berjalan sesuai rencana, namun peningkatan kunjungan ke gerai kami tertahan oleh PSBB pada September 2020," katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 22 Oktober 2020.

    Hal itu juga yang kemudian menyebabkan Matahari menutup beberapa gerainya untuk sementara, sehingga memperlambat kinerja pada kuartal tersebut.

    Ia mengungkapkan, pandemi covid-19 yang sedang berlangsung mempercepat penutupan gerai-gerai yang berkinerja kurang baik, sejalan dengan upaya Matahari dalam restrukturisasi bisnis.

    Sepanjang tahun ini terdapat tujuh gerai format besar dan seluruh gerai khusus ditutup, serta  tiga gerai format besar dibuka.

    Saat ini Matahari mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia, dan Perseroan berniat untuk mengakhiri tahun ini dengan portofolio sekitar 150 gerai format besar yang menguntungkan.

    Lebih lanjut, untuk mengurangi dampak pandemi, Matahari melakukan pengetatan biaya, termasuk upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa, yang menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 26,2 persen pada kuartal ketiga dan 29,3 persen pada periode Januari sampai dengan September.

    "Kami melakukan kontrol yang ketat atas pengeluaran kami dan pembekuan belanja modal kami masih berlaku selain terkait dua toko yang dibuka pada kuartal ini. Pemulihan pemotongan gaji telah dimulai sejalan dengan pemulihan kami, dan direncanakan untuk pulih sepenuhnya pada kuartal IV-2020," ujarnya.

    Meski demikian, Matahari membukukan rugi bersih Rp617 miliar selama sembilan bulan yang berakhir pada September 2020.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id