Subsidi PSC Bikin Tiket Pesawat Makin Murah

    Suci Sedya Utami - 23 Oktober 2020 08:44 WIB
    Subsidi PSC Bikin Tiket Pesawat Makin Murah
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah membebaskan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau dikenal juga dengan istilah Passenger Service Charge (PSC) pada pembelian tiket penerbangan mulai 23 Oktober-31 Desember 2020. Artinya tarif tersebut akan ditanggung oleh pemerintah dan tidak dikenakan pada penumpang.

    Kebijakan tersebut berlaku di 13 bandara di Tanah Air. Lima bandara di antaranya dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero) yakni Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Kualanamu (Deli Serdang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Silangit (Siborong-borong), dan Banyuwangi.

    Sementara enam bandara yang mendapatkan fasilitas stimulus ini dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Yogyakarta-Kulon Progo, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Internasional Lombok.

    Pembebasan PSC di bandara-bandara tersebut sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin, Direktur Utama AP I Faik Fahmi, dan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto.

    Awaluddin mengatakan selama ini besaran tarif PSC di lima bandaranya antara lain Rp130 ribu per penumpang untuk keberangkatan dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta; Rp85 ribu per orang untuk keberangkatan dari Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta; dan Rp50 ribu per orang untuk keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma.

    Kemudian Rp60 ribu per orang untuk keberangkatan dari Bandara Silangit; Rp65 ribu per orang untuk keberangkatan dari Bandara Banyuwangi; dan Rp100 ribu orang untuk keberangkatan dari Bandara Kualanamu.

    Dengan dihilangkannya biaya tersebut maka tiket pesawat akan makin murah. Awaluddin mengatakan hal ini dapat membuat penerbangan semakin optimal dan berkontribusi dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    “Stimulus ini tentunya sangat positif karena meringankan masyarakat terkait dengan harga tiket," kata Awaluddin dalam keterangan resminya, Jumat, 23 Oktober 2020.

    AP II menilai insentif PSC ini dapat mendorong maskapai untuk kembali membuka dan menambah layanan rute domestik, serta menambah frekuensi terbang di rute existing. Di saat yang bersamaan bandara dapat meningkatkan utilisasi slot time penerbangan.

    “Dampaknya diharapkan meningkatnya pergerakan penumpang di bandara meningkat dan naiknya tingkat keterisian penumpang di pesawat,” ujar Awaluddin.

    Hal yang sama disampaikan Faik. Ia mengatakan pemberian stimulus PJP2U ini secara langsung akan membuat harga tiket penerbangan dari enam bandara yang dikelola menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. Hal ini akan mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi khususnya bagi industri penerbangan yang sangat terdampak oleh pandemi global covid-19.

    "Kami berharap adanya kebijakan ini mampu mendorong kepercayaan diri bagi masyarakat untuk mulai bepergian lagi dengan menggunakan pesawat udara serta yang paling utama menggeliatkan kembali perekonomian dan pariwisata sekitar,” tambah Faik.

    Jumlah penumpang

    Sepanjang Januari-September 2020, total pergerakan penumpang di bandara AP II baik rute internasional maupun domestik mencapai 27,30 juta orang. Di periode yang sama, jumlah penumpang yang berangkat di penerbangan rute domestik di lima bandara dalam skema insentif PSC sebanyak 7,40 juta orang atau mencapai 68 persen dari total penumpang yang hanya berangkat di rute domestik di seluruh bandara.

    Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang yang berangkat di rute domestik mencapai 5,51 juta orang atau sekitar 75 persen dari total penumpang berangkat di lima bandara tersebut.

    Sementara itu di bandara AP I sepanjang Januari-September tercatat melayani hingga 24.560.143 penumpang atau turun hingga 58 persen dibanding pada periode yang sama di 2019 yang melayani hingga 61.159.240 penumpang.

    Penurunan cukup tajam juga terjadi pada trafik pergerakan pesawat yang hanya mencapai 308.669 pergerakan atau mengalami penurunan hingga 45 persen dibanding pada periode yang sama di 2019 yang mencapai 568.514 pergerakan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id