Bojonegoro Dinilai Sukses Bangun Jide, JUT, dan Irigasi Perpompaan Sepanjang 2020

    Gervin Nathaniel Purba - 17 Maret 2021 22:35 WIB
    Bojonegoro Dinilai Sukses Bangun Jide, JUT, dan Irigasi Perpompaan Sepanjang 2020
    Ilustrasi. (Foto: MI/Immanuel Antonius)



    Bojonegoro: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP) Bojonegoro telah sukses melaksanakan pembangunan beberapa Jaringan Irigasi Desa (Jides), Jalan Usaha Tani (JUT) dan irigasi perpompaan, dan sumur bor di beberapa titik lokasi areal persawahan desa pada 2020. Upaya ini sebagai salah satu bentuk dukungan pada program pertanian di Kabupaten Bojonegoro. 

    Menurut Kepala Disperta dan KP Bojonegoro Helmy Elisabeth, pihaknya telah sukses membangun beberapa  infrastruktur berupa pembangunan jalan usaha tani, pelancaran debit air, dan saluran irigasi perpompaan dalam mendukung program pertanian di Bojonegoro pada 2020.






    “Progam tersebut sangat bermanfaat untuk para petani karena dapat memperlancar aliran debit air, sehingga mempercepat pengairan pertanian dan meningkatkan perluasan areal tanam,” ujar Helmy, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 17 Maret 2021.

    Hal ini dilakukan guna memperlancar aliran debit air, sehingga mempercepat pengairan areal pertanian. Dalam peran sentralnya, air berperan penting terhadap keberlangsungan dunia pertanian.

    Sepanjang 2020, Disperta dan KP Bojonegoro telah merealisasikan program JUT dan Jides di 12 kecamatan, program JUT di 12 kecamatan, dan irigasi pompanisasi sumur bor sukses terealisasi di 10 kecamatan.

    "Disperta dan KP telah sukses merealisasikan JITUT, JUT, dan program sumur bor di beberapa kecamatan,” ujarnya. 

    Pihaknya juga berharap, dengan meningkatnya fungsi layanan irigasi melalui realisasi tiga program pembangunan pertanian tersebut, nantinya dapat meningkatkan perluasan areal tanam maupun indeks pertanaman dan produktivitas pertanian yang ada di wilayah Bojonegoro.

    “Harapan kami tentunya mampu meningkatkan perluasan areal tanaman dan produktivitas pertanian seiring lancarnya irigasi,” ujar Helmi.

    Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, pembangunan Jides, JUT dan irigasi perpompaan, serta sumur bor merupakan kegiatan padat karya yang dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.

    Salah satunya dengan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan embung, dan Jalan Usaha Tani menggunakan dana tugas pembantuan.

    "Tidak hanya menyejahterakan petani, program padat karya juga bisa sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan program padat karya oleh masyarakat (P3A dan Poktan) dilakukan melalui pola transfer dana pemerintah langsung ke rekening kelompok penerima manfaat," kata Sarwo Edhy.

    Adapun fokus utama program tersebut adalah pada pembangunan infrastruktur pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani, pembangunan embung, atau pengembangan prasarana dan sarana pertanian lainnya dengan melibatkan warga atau swadaya masyarakat.

    "Pelaksanaan fisik dilakukan oleh kelompok tani penerima manfaat tersebut secara padat karya yang dibimbing oleh petugas pertanian yang ada di daerah," kata Sarwo Edhy.


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id