Indonesia Darurat Infrastruktur Gas

    Suci Sedya Utami - 20 November 2020 19:15 WIB
    Indonesia Darurat Infrastruktur Gas
    Ilustrasi ketersediaan infrastruktur gas - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
    Jakarta: Pemerintah menargetkan produksi gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd) serta produksi minyak satu juta barel per hari (bph) di 2030. Namun, peningkatan target tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas infrastruktur gas di pipa transmisi maupun distribusi.
    Sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo mengungkapkan ketersediaan infrastruktur gas saat ini belum mencukupi untuk mengejar target tersebut. Karena itu, tantangan dalam mengembangkan gas bukan lagi terkait cadangan tapi ketersediaan infrastruktur gas.

    Untuk menyambungkan gas yang diproduksi dengan pihak pembeli membutuhkan infrastruktur yang memadai. Karena itu, pengembangan market gas dapat diimplementasikan dengan ketersediaan infrastruktur gas.

    "Pipa gas dari Jawa Barat ke Jawa Timur sejak saya kuliah dulu sudah ada tapi sampai sekarang belum tersambung. Ini pekerjaan rumah bagaimana kita ngomongin pengiriman gas dari Tangguh, dari Bontang ke Jawa tetapi pipanya enggak ada," kata Hadi dalam virtual diskusi, Jumat, 20 November 2020.

    Ia pun membandingkan pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalan tol. Pemerintah menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun banyak ruas jalan tol dengan tujuan mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. Padahal, menurut dia ketersediaan infrastruktur gas juga memiliki tujuan yang sama.

    "Pembangunan tol masif, kenapa kita (gas) tidak. Gas bagian dari infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kalau enggak dibangun, enggak bisa pertumbuhan ekonomi itu bisa masif," ujar Hadi.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA) Marjolin Wajong mengatakan target produksi gas 12 bscfd tidak didasarkan pada permintaan. Menurut dia, sebelum menargetkan peningkatan produksi tersebut, pemerintah seharusnya menciptakan pasar dan infrastrukturnya.

    Marjolin memandang ketersediaan infrastruktur gas selama ini menjadi salah satu kendala bagi kontraktor untuk mengembangkan produksi gas. Sebab tanpa adanya infrastruktur yang memadai, peningkatan produksi yang bisa tersalurkan.

    "Investor sebenarnya siap bantu mengenai target asalkan persyaratan tadi terpenuhi, keeknomian, infrastruktur. Kalau semua dipenuhi enggak usah teriak-teriak semua bergerak sendiri," jelas Marjolin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id