Industri Perunggasan Berkontribusi Besar ke Ekonomi dan Kesehatan

    Ade Hapsari Lestarini - 10 Mei 2021 21:28 WIB
    Industri Perunggasan Berkontribusi Besar ke Ekonomi dan Kesehatan
    Foto: dok MI.



    Jakarta: Industri perunggasan memiliki peran dan posisi sangat strategis serta berkontribusi besar terhadap sektor perekonomian maupun kesehatan.

    Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga mendorong tumbuhnya berbagai industri pengolahan, sektor distribusi dan pemasaran, cold storage, perdagangan, hingga restoran.

     



    "Industri perunggasan berperan dalam menggerakkan perekonomian," ujar ekonomi Indef Enny Sri Hartati, dalam keterangan resminya, Senin, 10 Mei 2021.

    Di sisi kesehatan, unggas menjadi sumber protein hewani yang tinggi dengan harga terjangkau bagi masyarakat dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya.

    Namun demikian, masih banyak persoalan dan kendala di sektor perunggasan ini. Antara lain masalah ketersediaan DOC, ketergantungan bahan pakan impor, persaingan antar perusahaan yang dinamis dan instabilitas harga unggas.

    Dengan adanya problematika tersebut akibatnya daya saing produk unggas dalam negeri masih lemah. Tidak mengherankan, di tengah surplus produksi, Indonesia khawatir akan adanya ancaman masuknya impor ayam dari Brasil dan lainnya.

    Dengan adanya anomali antara besarnya kontribusi perunggasan dengan berbagai persoalan tersebut, Indef berinisiatif melakukan kajian secara komprehensif. Kajian Indef berfokus untuk menyiapkan sebuah concept note sebagai solusi persoalan industri perunggasan di Indonesia.

    "Hasil kajian tersebut langsung kami serahkan kepada pemangku kepentingan utama perunggasan melalui diskusi publik pada bulan lalu, yakni 22 April 2021," jelas dia.

    Hadir langsung sebagai perwakilan pemerintah untuk menerima Concept Note Pengembangan Industri Perunggasan, yaitu Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisni. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah, serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Syailendra.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id