IP Padi di Indramayu Naik Berkat Program Padat Karya RJIT Kementan

    M Studio - 02 Mei 2021 13:51 WIB
    IP Padi di Indramayu Naik Berkat Program Padat Karya RJIT Kementan
    Kegiatan RJIT dilakukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan air di lahan persawahan (Foto:Dok.Kementan)



    Indramayu: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan anggaran Rp73,7 juta. Dukungan ini diharapkan mampu menggenjot produktivitas petani.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebutkan kegiatan RJIT dilakukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan air di lahan persawahan.






    “Air adalah faktor yang sangat menentukan dalam pertanian. Dengan air yang terpenuhi, tanaman bisa maksimal. Melalui kegiatan RJIT, kita memastikan hal itu. Kita pastikan air di saluran irigasi bisa memenuhi kebutuhan di lahan persawahan,” kata Mentan Syahrul, dikutip siaran pers, Minggu, 2 Mei 2021.

    Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menambahkan kegiatan RJIT dibangun dengan pola padat karya yang diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja.

    “Pembangunan RJIT dengan melibatkan serapan tenaga kerja diharapkan menjadi target dalam pemulihan ekonomi nasional,” kata Sarwo Edhy.

    Ditegaskan Sarwo Edhy, RJIT merupakan bagian dari water management.

    “Kegiatan RJIT dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki atau membenahi saluran irigasi. Tetapi juga memaksimalkan fungsi saluran irigasi agar luas areal tanam bertambah, begitu juga indeks pertanaman dan produktivitas,” katanya.

    Kegiatan RJIT di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Waras III karena kondisi saluran irigasi awalnya berupa saluran tanah. Kondisi ini membuat distribusi air ke lahan sawah kurang lancar dan sering kehilangan air akibat tanah yang porous (memiliki rongga pori-pori besar).

    “Kita perbaiki kondisi itu dengan RJIT. Dan agar fungsinya lebih maksimal, saluran irigasi ini kita buat permanen menggunakan konstruksi pasangan batu dengan dua sisi saluran,” tuturnya.

    Panjang bangunan ditargetkan 127,62 meter, namun yang terealisasi melampaui target yaitu 132 meter. Sementara, luas tambah oncoran sebelum di MT2 hanya bisa tanam 43 hektare, setelah dibangun diharapkan bisa tanam 67 hektare di MT2. 

    Terkait peningkatan (intensitas pertanaman), pada lokasi ini lebih kepada meningkatkan IP (indeks pertanaman) menjadi dua kali dalam setahun, dari semula IP 1,4 saja. 

    “Hasilnya, luas layanan irigasi bertambah. Semula terairi 30 hektare, setelah dilakukan rehab menjadi 60 hektare. Selain itu, juga meningkatkan provitas menjadi 7 ton/hektare,” katanya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id