Pertamina Tetap Pertahankan Bisnis Migas di Tengah Transisi Energi

    Suci Sedya Utami - 06 Oktober 2020 17:59 WIB
    Pertamina Tetap Pertahankan Bisnis Migas di Tengah Transisi Energi
    Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Foto: MI/ Immanuel
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan akan tetap mempertahankan bisnis migas, terutama pada lini bisnis upstream dan downstream di tengah adanya transisi energi baru terbarukan (EBT).

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengakui ada transisi energi yang ditandai dengan target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2030. Namun, Nicke mengatakan meski EBT akan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi secara volume energi fosil, terutama minyak, masih akan mendominasi hingga 2050.

    "Kita lihat 2030 akan terjadi peak, namun karena covid-19, beberapa perusahaan dan independen memperkirakan shifting itu (mundur) 2033," kata Nicke dalam seminar yang diinisiasi oleh Lemhannas RI, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Sementara gas, kata Nicke, masih akan menjadi jembatan transisi dari energi fosil menuju EBT. Berdasarkan Kebijakan Energi Nasional (KEN), penggunaan gas akan meningkat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar 15 persen menjadi 25 persen.

    Nicke mengatakan dalam menentukan arah bisnis ke depan, Pertamina mengambil benchmark dari berbagai perusahaan di dunia. Misalnya perusahaan energi Amerika Serikat yang masih akan mengembangkan sumber energi yang dimiliki secara besar seperti shale oil shale gas.

    Kemudian di Eropa seperti Eni yang memang telah mulai mengubah portofolio bisnisnya ke EBT. Meskipun demikian tetap menempatkan gas sebagai transisi. Demikian juga perusahaan lainnya seperti BP atau Total yang juga mulai shifting ke EBT.

    "Bagaimana Pertamina? Kita melihat Indonesia memiliki daerah yang luar biasa besar, kita memiliki banyak alternatif energi. Agenda ke depan Pertamina kita akan optimalkan SDA yang akan diolah energi yang dapat memenuhi demand dalam negeri. Pertamina tetap lihat demand growth, dengan itu maka Pertamina tetap di upstream dan downstream tetap oil and gas," ucap Nicke.

    Selain itu, perseroan juga mengintegrasikan bisnis migas dengan petrokimia dengan mengintegrasikan kilang BBM dengan petrokimia. Ia bilang tren permintaan petrokimia besar, baik dalam skala nasional maupun luar negeri.

    "Kita melihat petrokimia menjadi salah satu pilar bisnis Pertamina ke depan dari sisi processing bisa terintegrasi," jelas Nicke.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id