Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Semakin Nyata, Bukti Kebijakan PEN Positif

    Al Abrar - 02 Desember 2020 22:59 WIB
    Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Semakin Nyata, Bukti Kebijakan PEN Positif
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.
    Jakarta: Indikator sektor manufaktur Purchasing Manager Index (PMI) menunjukkan kondisi yang semakin baik dari sisi produksi.

    Laporan IHS Markit menyebut indikator PMI yang telah melampaui batas 50 ini menunjukkan bahwa korporasi dan industri Indonesia beranjak pada tren ekspansif, meskipun kenaikannya masih terbatas.

    Selain laporan IHS Markit, inflasi November pada 2020 juga menunjukkan perbaikan pada sisi permintaan. Tandanya, pemulihan ekonomi sudah terjadi pada dua sisi, yaitu sisi permintaan (inflasi) dan produksi (kenaikan indeks PMI).

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program dan kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak awal diarahkan untuk memulihkan kedua sisi tersebut.

    "Untuk menjaga momentum perbaikan indeks PMI melalui ekspansi kapasitas produksi, kita memerlukan dorongan untuk meningkatkan permintaan domestik, dengan memberikan dukungan kepada sektor IKM dan industri padat karya, serta dukungan pembiayaan usaha, insentif fiskal, dan penyederhanaan peraturan," ujar Menko Airlangga, dalam keterangan resminya, Rabu, 2 Desember 2020.

    Baca: Menkeu: Presiden Minta Implementasi APBN 2021 Dilakukan Sejak Awal Januari

    Dirinya pun memberi empat perhatian khusus terhadap laporan IHS Markit dan inflasi ini.

    Pertama, pertumbuhan penjualan yang masih terbatas, dengan adanya surplus kapasitas operasi dan penumpukan pekerjaan. Hal ini perlu mendapat perhatian untuk perbaikan pada sisi produksi adalah kemudahan untuk kegiatan perekrutan pekerja, yang selama sembilan bulan terakhir menghadapi peningkatan PHK akibat pandemi.
     
     

    Kedua, rantai pasok untuk ketersediaan bahan baku selama masa pandemi mengalami hambatan, terutama kurangnya tenaga distributor yang menyebabkan penundaan pengiriman.

    Ketiga, kenaikan biaya input pada November 2020 menyebabkan harga bahan baku meningkat, dan depresiasi rupiah yang mendorong inflasi menjadi lebih tinggi. Kondisi ini menyebabkan beban biaya kepada konsumen menjadi lebih tinggi, meskipun kenaikan harga output masih relatif rendah.

    Keempat, mayoritas korporasi mengharapkan output produksi semakin meningkat sejalan dengan membaiknya sisi permintaan.

    "Demikian pula dengan catatan dari tren impor bahan baku dan bahan penolong, yang hingga Oktober terus mengalami penurunan, pada November 2020 mulai sedikit menunjukkan adanya kenaikan, yang menandai ekspansi kegiatan produksi domestik," jelasnya.

    Pada Desember 2020 ini, akan digelar event Hari Belanja Online (Harbolnas) yang dilakukan oleh platform marketplace digital. Agenda tersebut diharapkan menaikkan sentimen permintaan, sehingga korporasi dan industri dapat mengambil kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

    Kondisi yang semakin baik ini, dan upaya untuk menjaga momentum tren ekspansif, baik dari sisi permintaan maupun sisi produksi, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 semakin baik, dibandingkan dengan periode sebelumnya.

    "Untuk melanjutkan tren positif pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020, kita perlu menjaga momentum perbaikan kegiatan ekonomi, baik dari sisi permintaan maupun sisi produksi," tutup Airlangga.

    Menurut catatan utilitas industri dari Kementerian Perindustrian, hingga periode terakhir (April-Oktober 2020) rata-rata utilisasi total sebesar 56,5 persen, mengalami kenaikan dari periode April-September 2020 yang sebesar 55,3 persen. 

    Peningkatan utilisasi terjadi pada beberapa sektor industri antara lain industri percetakan (40 persen), industri bahan kimia (68 persen), industri logam dasar (38 persen), industri komputer dan barang elektronik (55 persen), industri alat angkutan lainnya (45,2 persen), dan industri furnitur (47 persen).

    Laporan IHS Markit juga memberikan catatan bahwa ekspansi pabrikan masih terbatas, dengan investasi yang terjadi masih melanjutkan kapasitas produksi dan pesanan periode sebelumnya. Oleh karena itu, upaya untuk mendorong permintaan domestik sangat penting dalam mendukung ekspansi kapasitas produksi dan pesanan baru.


    (ALB)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id