Teken 8 Kontrak Gas, Negara Raup Rp16,24 Triliun

    Suci Sedya Utami - 02 Desember 2020 18:15 WIB
    Teken 8 Kontrak Gas, Negara Raup Rp16,24 Triliun
    Ilustrasi lapangan gas. Foto: Dok. SKK Migas
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan ada delapan kesepakatan komersial mengenai gas bumi yang ditandatangani bertepatan dengan acara International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas (IOG 2020).

    Kesepakatan tersebut meliputi enam perjanjian jual beli gas bumi, amandemen perjanjian, dan head of agreement (HoA) dengan total komitmen pasokan sebesar 240 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Selain itu, dua perjanjian implementasi penyesuaian harga gas bumi.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dari kontrak penjualan gas bumi sebesar 240 mmscfd yang ditandatangani itu, potensi penerimaan negara mencapai USD1,12 miliar atau setara Rp16,24 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per USD).

    Ia mengatakan penandatanganan kontrak-kontrak gas ini tidak hanya menghasilkan pendapatan bagi negara, tetapi yang terpenting adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Gas yang terjual sebagian akan disuplai ke pabrik pupuk di Kalimantan Timur dan Jawa Timur untuk pengembangan industri di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta untuk mendukung produksi minyak dan listrik.

    “Kesepakatan ini menunjukkan koordinasi yang baik antara SKK Migas, pembeli dan penjual. SKK Migas mengharapkan kerja sama ini terus dijaga dan ditingkatkan untuk memastikan seluruh produksi gas bumi dapat dimonetisasi,” kata Dwi dalam sambutan usai penandatanganan yang dilakukan secara virtual, Rabu, 2 Desember 2020.

    Perjanjian jual beli gas (PJBG) yang diteken yakni antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dengan volume sampai 200 mmscfd selama tiga tahun, serta antara PT Pertamina EP dengan Perusahaan Daerah Sindangkasih Multi Usaha sebesar 2 mmscfd. Sementara Head of Agreement (HoA) yang ditandatangani adalah antara Husky CNOOC Madura Limited (HCML) dengan tiga pembeli, yaitu PT Petrokimia Gresik sebesar 15 mmscfd, PT Bayu Buana Gemilang sebesar 10 mmscfd, dan PT Inti Alasindo Energi sebesar 10 mmscfd.

    Selain itu, dua Letter of Agreement (LoA) penyesuaian harga gas sesuai kebijakan pemerintah sebesar USD6 per juta british thermal unit (million british thermal unit/MMBTU) juga diteken. Dua LoA ini yaitu antara Conoco Philips Grissik Ltd dengan PT PLN (Persero) sebesar 3 mmscfd dan PT Pertamina EP Cepu dengan PT Pertamina (Persero) sebesar 100 mmscfd.

    Lebih lanjut, Dwi menambahkan komersialisasi menjadi salah satu pilar strategis dalam mendukung pencapaian visi jangka panjang SKK Migas dengan produksi gas bumi sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada  2030.

    “Tanpa ada kepastian pembeli, proyek gas bumi tidak akan berjalan,” pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id