Wamendag: Aset Kripto Potensial Jadi Sumber Pendapatan Negara

    Husen Miftahudin - 13 Juni 2021 17:41 WIB
    Wamendag: Aset Kripto Potensial Jadi Sumber Pendapatan Negara
    Ilustrasi. Foto: AFP



    Jakarta: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan aset kripto bisa jadi sumber pendapatan negara yang potensial. Perdagangan kripto yang terus berkembang bisa memberikan kontribusi yang potensial dan berkelanjutan bagi negara jika dilembagakan.

    "Saat ini saja, baru beberapa tahun sejak aktif perdagangannya di Indonesia, nilai perdagangan kripto sudah mencapai Rp1,7 triliun per hari. Ini sumber pendapatan negara yang potensial. Syaratnya harus dilembagakan dengan baik," ujar Jerry dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 13 Juni 2021.

     



    Jerry kemudian menjelaskan, pelembagaan perdagangan kripto yang baik harus memenuhi dua kriteria. Kriteria pertama, kebijakannya harus mencerminkan segala aspek baik dari sisi pelaku usaha maupun pemerintah. Kedua, harus mempertimbangkan kelangsungan dan pembentukan iklim bisnis kripto itu sendiri.

    Soal potensi pendapatan negara, Jerry menilai harus dibicarakan lintas kementerian. Yang jelas, ungkapnya, perdagangan bursa kripto memerlukan waktu dan proses tumbuh yang harus dikondisikan oleh pemerintah.

    "Harus seimbang, dan ini mencerminkan fasilitasi pemerintah untuk menumbuhkan iklim usaha perdagangan kripto yang baik. Karena itu kami di Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, serta kementerian lain terkait sedang terus berkomunikasi," tutur dia.

    Dengan melihat potensi yang besar itu, Jerry menilai bahwa agenda pemerintah saat ini adalah segera mewujudkan bursa kripto itu sendiri. Pasalnya, melalui bursa pencatatan, monitoring, manajemen dan evaluasi mengenai perdagangan kripto akan terwujud.

    Bursa juga berfungsi untuk menegaskan posisi dan peran masing-masing stakeholder. Dengan demikian, sistem koordinasi, komunikasi, dan pertanggungjawaban peran masing-masing bisa punya batasan yang jelas.

    "Pedagang kripto punya peran dan tanggung jawab masing-masing, penyelenggara bursa juga begitu. Demikian juga dengan pemerintah sebagai regulator dan fasilitator. Kami ingin perdagangan kripto menunjang kesejahteraan semua elemen masyarakat tetapi juga aman bagi negara," tegas Jerry.

    Perdagangan kripto menjadi tren sekitar dua tahun terakhir. Pertumbuhannya yang cepat membuat para investor tertarik. Di Indonesia, kripto tidak dimasukkan sebagai alat pembayaran atau mata uang, tetapi sebagai komoditas. Oleh karena itu, kripto hanya bisa diperdagangkan.

    Sebagai komoditas, kripto masuk dalam ranah Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang ada di bawah Kementerian Perdagangan. Para pelaku usaha sendiri sangat antusias dengan rencana pembentukan bursa. Pasalnya dengan dilembagakan secara baik, maka perdagangan kripto akan mempunyai kepastian hukum dan semua pihak merasa terlindungi.

    Agar sumber pendapatan para pelaku usaha diregulasi dengan baik melalui aturan resmi, maka pelaku usaha bisa dengan aman bertransaksi melakukan kegiatan serta aman dalam berhubungan dengan ketentuan nasional.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id