comscore

Penumpang Internasional Diizinkan Lagi Masuk Bali

Suci Sedya Utami - 04 Oktober 2021 20:34 WIB
Penumpang Internasional Diizinkan Lagi Masuk Bali
Ilustrasi kedatangan wisatawan mancanegara di Bandara Ngurah Rai - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Jakarta: Pemerintah akan memperbolehkan kembali Bandara Ngurah Rai Bali untuk melayani penerbangan rute internasional. Pembukaan kembali ini harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal delapan hari dengan biaya sendiri.

"Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, test, dan kesiapan satgas," kata Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM secara daring, Senin, 4 Oktober 2021.
Menurut Luhut, pembukaan kembali layanan penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai tidak terlepas dari perkembangan kasus covid-19 di Tanah Air. Ia pun melaporkan, situasi pandemi covid-19 terus menunjukkan perbaikan selama dua minggu terakhir. Kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi jawa bali juga menunjukan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu.

Tingkat reproduksi efektif di Jawa Bali juga sudah berada di bawah satu dan khusus untuk Bali masih diangka satu. Selain itu, jumlah testing yang dilakukan perhari terus mengalami peningkatan sehingga dapat menurunkan tingkat positivity rate yang sudah berada di bawah satu.

Syarat minimum cakupan vaksinasi lansia  untuk penurunan level PPKM dari level tiga ke dua dan dus ke satu yang diberlakukan sejak 13 September 2021 mampu meningkatkan kecepatan vaksinasi lansia di Jawa Bali secara signifikan. Saat ini tingkat vaksinasi dosis satu untuk Jawa Bali sudah mencapai 37 persen per 30 September 2021, naik hampir lima persen dari 13 September 2021.

Adapun dalam penerapan PPKM level selama dua minggu ke depan, terdapat 20 Kabupaten/Kota yang bertahan di level dua. Sementara untuk yang di level tiga bertambah dari 84 Kabupaten/Kota menjadi 107 Kabupaten/Kota karena kota-kota di level dua yang sebelumnya mendapat dispensasi belum mampu mencapai target cakupan vaksinasi.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id