Anggaran BLT untuk 3 Juta UMKM Masih Menunggu Kepastian Kemenkeu

    Husen Miftahudin - 07 Juni 2021 19:59 WIB
    Anggaran BLT untuk 3 Juta UMKM Masih Menunggu Kepastian Kemenkeu
    Ilustrasi. Foto: dok.MI



    Jakarta: Pemerintah mengusulkan untuk menambah calon penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM sebanyak tiga juta penerima. Namun hingga kini belum terlaksana lantaran anggarannya belum dicairkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    "Jadi tahap kedua ini yang kita rencanakan itu tiga juta (penerima). Namun ini masih menunggu kepastian anggaran dari Kementerian Keuangan," kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Eddy Satriya dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 7 Juni 2021.

     



    Eddy mengungkapkan, total anggaran yang direncanakan sebelumnya adalah Rp15,36 triliun. Untuk tahap pertama, total anggaran yang telah disediakan sebanyak Rp11,76 triliun dan diharap bisa tersalurkan kepada 9,8 juta penerima.

    Dengan tambahan tiga juta penerima, maka penerima BPUM untuk tahun ini sebanyak 12,8 juta pelaku UMKM. Adapun tambahan anggaran yang dibutuhkan untuk mengalokasikan BLT UMKM kepada tiga juta penerima yakni Rp3,6 triliun. Masing-masing UMKM menerima sebesar Rp1,2 juta.

    "Ditambah Rp3,6 triliun, asumsi pada waktu itu adalah tiga juta tambahan penerima. Karena ini memang rencana awal atau berapapun anggaran yang memang nanti tersedia untuk melanjutkan BPUM ini," paparnya.

    Sebelumnya Eddy Satriya mengungkapkan bahwa BPUM per 30 April 2021 telah disalurkan kepada 8,63 juta pelaku UMKM dengan total anggaran yang disalurkan sebanyak Rp10,4 triliun. Pemerintah menargetkan banpres produktif ini bisa tersalurkan kepada 9,8 juta penerima hingga 12 Mei 2021 mendatang dengan total anggaran yang telah disediakan sebanyak Rp11,76 triliun.

    "Kan sudah tersalurkan sebesar 8,63 juta penerima dengan nominal hampir Rp10,4 triliun. Kalau dipresentasekan itu sudah sekitar 88 persen untuk yang 9,8 (juta target penerima BPUM)," paparnya.

    Lebih lanjut, Eddy menuturkan bahwa tambahan kuota sebanyak tiga juta penerima baru akan mulai disalurkan setelah pemerintah berhasil menyalurkan bantuan langsung tunai tersebut kepada sembilan juta penerima. Saat ini, baru tersalurkan kepada 8,63 juta pelaku UMKM.

    "Sekarang kan baru tersalurkan ke 8,6 juta penerima. Nah kalau sudah mendekati angka sembilan atau lebih nantinya, artinya kan penyalurannya itu lancar, itu nanti direncanakan akan menambah (mulai disalurkan) tiga juta lagi," ucap Eddy.

    Menurutnya, belum disalurkannya BPUM kepada tiga juta penerima baru tersebut lantaran sampai saat ini anggaran yang tersedia baru untuk 9,8 juta penerima. Lagipula, karena sebagian besar dari tiga juta penerima ini adalah penerima baru, maka membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk memproses datanya.

    "Ini nanti direncanakan untuk sampai kuartal dua yang dimulai sekarang, April sampai September di kuartal tiga. Jadi memang ada rencana penambahan di luar alokasi yang disetujui Rp11,76 triliun untuk 9,8 juta (penerima). Tambahannya adalah sebanyak tiga juta penerima baru," pungkas Eddy.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id