Desa Devisa Subang Ekspor Kopi Perdana ke Arab Saudi Senilai Rp2,1 Miliar

    Eko Nordiansyah - 18 September 2021 17:59 WIB
    Desa Devisa Subang Ekspor Kopi Perdana ke Arab Saudi Senilai Rp2,1 Miliar
    Kopi. Foto : Medcom.id.



    Jakarta: Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) Kabupaten Subang melakukan ekspor perdana sebanyak18 ton kopi arabika ke Arab Saudi dengan nilai ekspor USD148,32 ribu atau setara Rp2,1 miliar.

    Koperasi GLB merupakan desa devisa binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank yang secara keseluruhan akan melakukan pengiriman 150 ton kopi secara bertahap.

     



    Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas mengatakan, pihaknya sejak awal optimistis dengan potensi Subang melalui komoditas kopinya dikombinasikan dengan pelatihan yang diberikan kepada para petani. Upaya ini merupakan kolaborasi yang baik antara LPEI, Pemerintah Kabupaten Subang, koperasi, serta berbagai pihak lainnya.

    "Seluruh pihak yang terlibat merupakan faktor penting dalam keberhasilan ini. Kami juga tidak akan berhenti sampai disini, karena dengan kerja sama yang baik, Desa Devisa Subang tentu akan dapat melakukan ekspor secara berkelanjutan dan berkontribusi bagi pendapatan negara," kata dia dalam keterangan resminya, Sabtu, 17 September 2021.

    Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan dalam peningkatan ekspor nasional, LPEI juga memiliki mandat dalam community development dan penciptaan eksportir baru. Menurut James, ekspor perdana desa devisa Subang ini berhasil dilakukan setelah sejumlah pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh LPEI.

    Peningkatan kapasitas petani yang mampu meningkatkan kualitas biji kopi ini diberikan kepada 208 petani di enam desa yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti dan Pesanggrahan dengan kapasitas produksi mencapai lebih dari 100 ton biji kopi setiap tahun di atas kebun seluas 140 hektare.

    "Kami sangat bahagia karena karena pada akhirnya kami berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Berkat pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI dan tentunya kerja keras para petani, kami dapat memenuhi permintaan dari Arab Saudi. Kami berharap ini hanya awal dari ekspor-ekspor yang berikutnya," ujar Ketua Koperasi GLB Miftahudin Shaf.

    Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyatakan, seluruh institusi harus berkolaborasi untuk membantu koperasi pangan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan mendorong koperasi pangan yang potensial untuk diperbesar kapasitas usaha dan pembiayaan ekspornya dengan menjalin kerja sama dengan LPEI dan perbankan lainnya.

    Program desa devisa merupakan program yang juga mengedepankan kolaborasi antar lembaga untuk menghasilkan terobosan inovatif untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Selain dengan Kabupaten Subang, LPEI juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dalam penjajakan desa devisa yang ketiga ini.

    LPEI sebelumnya telah membentuk desa devisa kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan biji kakao fermentasi dan desa devisa kerajinan Bantul, Yogyakarta dengan produk kerjainan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat diterapkan di sejumlah daerah lainnya sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id