Surveyor Indonesia Bantu Pemerintah Tuntaskan Batas TKDN Hilir Migas

    Husen Miftahudin - 30 November 2021 21:28 WIB
    Surveyor Indonesia Bantu Pemerintah Tuntaskan Batas TKDN Hilir Migas
    Kilang Migas. Foto ; AFP.



    Jakarta: PT Surveyor Indonesia (Persero) menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah menuntaskan threshold nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada industri hilir migas. Nilai TKDN hulu migas saat ini bergerak mendekati target akhir tahun sebesar 60 persen.

    Direktur Surveyor Indonesia M. Haris Witjaksono mengatakan pihaknya saat ini sudah dan sedang menangani asesmen beberapa klien di industri migas terkait dengan nilai TKDN. Bahkan Surveyor Indonesia sudah sedari lama membentuk unit khusus yang menangani TKDN.

     



    "Kami sudah lama membentuk unit khusus yang menangani TKDN dengan jumlah auditor yang cukup banyak dan akan terus bertambah kapasitasnya. Untuk tim auditor ini, kami menekankan kecepatan dan ketepatan," ujar Haris dalam siaran persnya, Selasa, 30 November 2021.

    Surveyor Indonesia saat ini menangani kegiatan asesmen di hilir migas pada penambahan kapasitas kilang di Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Langit Biru Cilacap; RDMP Kilang Balikpapan Lawe-lawe; dan kilang baru Grass Root Refinery (GRR) di Pertamina Rosneft, Tuban.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dody Widodo menyoroti masalah threshold TKDN di industri hilir migas yang masih dalam tahap perhitungan yang matang.

    "Perlu diingatkan bahwa usaha industri, khususnya migas yang menjadi sumber daya Indonesia, harus memberi kesempatan kepada industri penunjang migas dalam negeri sehingga bisa meningkatkan nilai TKDN," tegasnya.

    Hal senada diungkapkan Koordinator Niaga Ditjen Migas Kementerian ESDM Wisik Chande Palupi yang mengungkapkan bahwa masih banyak tantangan untuk industri hilir migas dalam mengimplementasi TKDN.

    "Di hilir, tidak SKK Migas. Mekanisme berbeda dengan hulu. Solusi untuk hal ini mau tidak mau perlu ada enforcement atau punishment agar satu kebijakan bisa berjalan," sebut Wisik.

    Di sisi lain, Pjs. VP Local Content Utilization Management PT Pertamina Holding (Persero) Abdul Manan mengakui pihaknya serius dalam mengimplementasikan TKDN, mulai dari membentuk fungsi khusus TKDN setingkat VP di organisasi hingga melakukan roadshow sosialisasi Vendor Day dan internal secara marathon.

    "Kami sudah mendapatkan progres baru asesmen TKDN dengan nilai 50 persen yang diverifikasi oleh Surveyor Indonesia," pungkas Manan.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id