Sokong Pengrajin Batik, Menko Airlangga: Pemerintah Siap Buka Pasar Baru Skala Global

    Ade Hapsari Lestarini - 17 September 2021 16:58 WIB
    Sokong Pengrajin Batik, Menko Airlangga: Pemerintah Siap Buka Pasar Baru Skala Global
    Ilustrasi batik asal Malang. Foto: Medcom.id/Daviq Umar.



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berupaya membuka pasar-pasar baru pada skala global. Untuk saat ini, negara-negara yang menjadi pasar utama batik Indonesia antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

    Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke pelaku dan pengrajin batik di Kota Pekalongan pada Kamis, 16 September 2021. "Upaya ini diyakini dapat membantu kembali meningkatkan kinerja industri batik nasional di tengah dampak pandemi sekaligus semakin memperkenalkan beragam batik khas Indonesia," ujar Airlangga, dalam keterangan resminya, Jumat, 17 September 2021.

     



    Airlangga memaparkan, nilai ekspor batik pada Januari hingga Juli 2020 mencapai USD21,54 juta, sedangkan dalam periode Januari hingga Juni 2019 angka tersebut berada di posisi USD17,99 juta. Pertumbuhan nilai ekspor batik ini disebabkan oleh semakin banyak diversifikasi dari produk batik.

    "Berdasarkan potensi itulah industri kerajinan dan batik didukung sebagai salah satu sektor yang dapat menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional," ujarnya.

    Sambil mempraktekkan langsung cara membatik menggunakan alat tradisional canting, Airlangga memanfaatkan kesempatan berdialog untuk menyerap aspirasi para pelaku dan pengerajin batik Pekalongan. Airlangga juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan batik sebagai seragam resmi pemerintah.

    "Batik yang diproduksi adalah batik tulis dan batik cap. Pemerintah berkomitmen bahwa batik ini selalu menjadi pakaian resmi seragam Pemerintah," ujar Airlangga di salah satu sentra batik pekalongan Perada Batik.

    Perada Batik Pekalongan merupakan salah satu contoh pelaku industri batik yang masih tetap bertahan di masa pandemi. Airlangga mengapresiasi pelaku industri batik ini yang meskipun terdapat pengurangan jumlah pengerajin, usaha yang berdiri sejak 2011 ini tetap berinovasi dan berproduksi untuk terus menggerakkan ekonomi daerah.

    "Kita mengapresiasi seluruh stakeholders yang terlibat menggerakkan industri batik. Saya ucapkan selamat karena tetap mampu bertahan di masa pandemi, bahkan ekspornya naik,” tutur Menko Airlangga.

    Berdasarkan keterangan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat, UKM sektor usaha batik di Kota Pekalongan berjumlah 871 unit usaha dan selama pandemi Covid-19 tetap mampu bertahan dan cenderung mengalami peningkatan jumlah pelaku usaha.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id