Peluang Cuan dari Ekspor, Menperin: SNI Diterima Baik Pasar Global

    Antara - 13 Oktober 2021 19:56 WIB
    Peluang <i>Cuan</i> dari Ekspor, Menperin: SNI Diterima Baik Pasar Global
    Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : Medcom.id.



    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan Standar Nasional Indonesia (SNI) diterima di pasar global, sehingga pelaku industri dalam negeri dapat meningkatkan ekspor mereka.

    "Hal ini menunjukkan adanya penerimaan (acceptancy) pasar internasional terhadap persyaratan dasar (base requirement) yang ditetapkan dalam SNI," ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari Antara, Rabu, 13 Oktober 2021.

     



    Kemenperin menekankan pentingnya pemenuhan SNI bagi produk industri. Di samping menjadi persyaratan teknis dalam menjamin aspek kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH), SNI juga dapat menjadi nilai tambah dan memberikan kekuatan suatu produk untuk menembus pasar ekspor.

    Untuk itu Kemenperin terus berupaya mendukung para pelaku industri, terutama dengan skala Industri Kecil dan Menengah (IKM), memenuhi kewajiban memperoleh SNI.

    "Terlebih, produk sepeda roda dua dikenai pemberlakuan SNI wajib," jelas Menperin Agus Gumiwang.

    SNI perkuat daya saing


    Aturan tersebut ditetapkan untuk meningkatkan daya saing industri nasional dan penciptaan persaingan yang sehat.

    "Pemberlakukan peraturan juga mendorong agar produk-produk dari dalam negeri bisa berdaya saing, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor," ujar Menperin.

    Menperin juga menjelaskan keberhasilan ekspor ini juga merupakan hasil dari investasi, di mana Indonesia mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif serta telah menjadi basis produksi untuk pasar domestik dan ekspor.

    "Investasi dan ekspor merupakan kunci penting bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional sehingga ketimpangan dan kemiskinan dapat dikurangi atau ditekan," ujar Menperin.

    Ia mengatakan investasi dan ekspor yang digalakkan, terutama di sektor non-sumber daya alam yang memberikan nilai tambah dan melibatkan rantai nilai yang luas. Menperin menegaskan, pemerintah akan terus memberikan berbagai kemudahan di bidang investasi, khususnya bagi industri-industri berorientasi ekspor.

    "Satu per satu persoalan yang menghambat kinerja ekspor kita cermati dan kita carikan solusinya. Kita akan terus menyederhanakan dan memangkas regulasi dan prosedur birokrasi yang dinilai yang rumit dan menghambat proses investasi dan ekspor," kata Menperin.

    Citra Indonesia sebagai negara industri juga telah diakui dunia, yang terlihat dari tingkat penerimaan pasar internasional terhadap produk industri nasional yang semakin naik.

    Bahkan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2021 secara keseluruhan mencatat surplus sebesar USD19,17 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada 2020 yang mencapai USD10,96 miliar.

    "Kami yakin angka surplus ini mampu dicapai lebih tinggi lagi dengan adanya komitmen dan kerja keras dari kita semua," kata Agus.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id