comscore

PGN Kebut 10 Proyek Gasifikasi Pembangkit Listrik

Annisa ayu artanti - 14 Juni 2022 20:55 WIB
PGN Kebut 10 Proyek Gasifikasi Pembangkit Listrik
PGN. Foto : MI/Galih.
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau yang merupakan Subholding Gas Pertamina tengah mempercepat 10 proyek gasifikasi pembangkit tenaga listrik di klaster Nusa Tenggara (Nusra) dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Sepuluh proyek tersebut saat ini telah masuk tahap perizinan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar mengatakan kebutuhan gas bumi untuk klaster Nusra dan Sultra direncanakan akan dipasok lewat moda LNG dari Bontang, dengan total demand cluster Nusra sekitar 28 BBTUD dan Sultra sekitar empat BBTUD.
PGN pun berkomitmen menjalani seluruh proses proyek regasifikasi pembangkit listrik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Persetujuan KKPRL terkait fasilitas jetty merupakan salah satu tahapan penting dimana nantinya fasilitas tersebut akan dimanfaatkan dalam proses transfer LNG sebagai moda transportasi gas antar pulau.

"Ada beberapa lokasi regasifikasi PLTMG yang masuk ke dalam Zona Konservasi Laut yakni PLTMG Alor, PLTMG Waingapu dan PLTMG Kupang. Untuk itu perencanaan infrastruktur harus matang, sehingga sesuai dengan komitmen PGN terhadap pelaksanaan operasi gas bumi yang aman dan berkelanjutan, setiap aspek dalam pelaksanaan proyek ini harus diperhatikan," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 Juni 2022.

Achmad mengakui kondisi lingkungan regasifikasi juga menantang sebab pembangkit listrik secara umum terletak di pinggir pantai dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi dan tanah berbatu.

Namun begitu, lanjut Achmad proyek regasifikasi pada pembangkit listrik menjadi semacam bridging atau pintu masuk untuk hadir ke seluruh segmen pengguna gas bumi baik industri, komersial, UMKM, rumah tangga dan transportasi.

Menurutnya, dengan diawali dari kebutuhan anchor gas bumi dari beberapa lokasi pembangkit listrik milik PLN yang telah ditetapkan, PGN akan memasuki pasar Indonesia Timur sehingga perluasan pemanfaatan gas bumi bagi seluruh wilayah negeri ini dapat segera terwujud.

“Apabila gas tersebut sudah berada di beberapa lokasi Nusa Tenggara maupun Sulawesi Tenggara, maka akan mudah bagi PGN untuk masuk ke sektor-sektor ritel yang ada di sekitar wilayah tersebut,” ujar Achmad.

PGN juga berkomitmen memperluas dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional dan melayani secara terintegrasi kebutuhan gas bumi dari hulu sampai hilir serta menjadi solusi nyata pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi yang ramah lingkungan menuju net zero emission.

Adapun cluster Nusa Tenggara (NTB & NTT) terdiri dari:

1. Jeranjang-Lombok NTB di MPP Jeranjang dan PLTG/ PLTGU Lombok Peaker.
2. Sumbawa NTB di PLTMG Sumbawa.
3. Bima NTB di PLTMG Bima.
4. Rangko-Flores NTT di PLTMG Rangko (Flores).
5. Maumere NTT di PLTMG Maumere.
6. Alor NTT di PLTMG Alor.
7. Waingapu NTT di PLTMG Waingapu.
8. Kupang NTT di PLTMG Kupang.

Cluster Sulawesi Tenggara (Sultra)

1. Konawe-Kendari di PLTMG Kendari.
2. Bau-Bau di PLTMG Bau-Bau.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id