comscore

Kejar Target Investasi Rp1.400 Triliun, Bahlil Minta Dana Rp1,8 Triliun

Antara - 10 Juni 2022 15:14 WIB
Kejar Target Investasi Rp1.400 Triliun, Bahlil Minta Dana Rp1,8 Triliun
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia - - Foto: dok BKPM
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran kerja sebesar Rp1,8 triliun untuk mengejar target realisasi investasi yang dipatok hingga Rp1.400 triliun.
 
Padahal, pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM pada 2023 hanya Rp646,01 miliar, dengan rincian anggaran untuk program dukungan manajemen Rp314,3 miliar dan anggaran untuk program penanaman modal Rp331,7 miliar.
 
"Maka, kami mengajukan tambahan sebesar Rp1,24 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp1,88 triliun," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jumat, 10 Juni 2022.
 
Bahlil menjelaskan, usulan tersebut diajukan lantaran ia menilai pagu indikatif sebesar Rp646,01 miliar itu tidak seimbang dengan target investasi yang dipikul, yakni hingga Rp1.400 triliun. Target realisasi investasi terus naik untuk menutup defisit anggaran yang sudah kembali normal.
 
"Maka, target investasi kita dinaikkan menjadi Rp1.250 triliun-Rp1.400 triliun pada 2023. Ini yang membuat kami pusing juga, beban kami disuruh naik, tapi biaya kami dipangkas turun 50 persen. Jadi biaya kami ini, saya tidak tahu lagi teori mana yang dipakai," jelas Bahlil.
 
Bahlil mengungkapkan pada 2022, anggaran Kementerian Investasi/BKPM jauh lebih tinggi dari pagu indikatif yang diberikan untuk 2023. Total anggaran Kementerian Investasi/BKPM pada 2022 sebesar Rp1,30 triliun dengan rincian anggaran program dukungan manajemen Rp328,2 miliar dan anggaran program penanaman modal Rp976,3 miliar.
 
Adapun target realisasi investasi pada 2022 sebagaimana RPJMN adalah Rp968,4 triliun, namun Presiden Jokowi meminta target naik sebesar Rp1.200 triliun.
 
"Waktu itu uang yang kami dikasih, diketok waktu itu, pertama adalah Rp715 miliar, tapi kemudian kami komunikasi dengan Kementerian Keuangan dan disetujui Komisi VI, kami minta tambah sekitar Rp600 miliar. Alhamdulillah pagu kami pada 2022 ditambah Rp600 miliar (usulan) menjadi Rp1,3 miliar. Itu untuk cover (target) Rp1.200 triliun," imbuh dia.
 
Menurut Bahlil, jika dilihat secara teori ekonomi, ketika target investasi dinaikkan, anggaran untuk bisa mencapai target itu pun perlu ditingkatkan.
 
"Waktu itu kami katakan, ketika target investasi dinaikkan, anggaran kami tidak ditambah, saya belum temukan teori ekonomi bahwa beban naik tapi biayanya turun. Kita bicara target investasi, tidak bicara project," pungkasnya.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id