Pernyataan Ahok tentang BUMN dan Pertamina Dinilai Kurang Bijak

    Al Abrar - 16 September 2020 16:04 WIB
    Pernyataan Ahok tentang BUMN dan Pertamina Dinilai Kurang Bijak
    Pertamina. Foto : Setkab.
    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Sitorus, menyayangkan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait Kementerian BUMN dan Pertamina. Menurut Deddy, pernyataan yang disampaikan Basuki kurang bijak dan bisa menimbulkan suasana tidak kondusif dengan semua pihak.

    “Pak Basuki sepertinya kurang memahami fungsi dan tugas pokoknya sebagai seorang Komisaris Utama yang merupakan Wakil Pemegang Saham. Kalau beliau paham posisinya, maka masalah yang dia angkat harusnya dibawa kepada pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN, bukan diumbar kepada publik,” ujar Deddy, melalui keterangan tertulisnya Rabu, 16 September 2020. 

    Dalam pernyataannya yang beredar luas dalam bentuk video, Basuki menyatakan bahwa sebaiknya Kementerian BUMN dibubarkan dan dibentuk super holding seperti Temasek di Singapura, dengan alasan Presiden pun tidak mungkin mengawasi seluruh BUMN. 

    Menurut Deddy, pernyataan Basuki tersebut sangat gegabah dan tidak logis sebab BUMN di Indonesia itu tidak sama dengan Singapura. Landasan filosofisnya, sejarah kelahirannya, tujuan dan fungsinya beda dan belum lagi kondisi serta sistem politiknya. 

    Baca: Ingin seperti Temasek, Ahok Usul Kementerian BUMN Dibubarkan

    Dalam konteks Indonesia, kata Deddy, menyatukan seluruh BUMN dalam sebuah super holding justru berpotensi melahirkan masalah yang sangat besar di kemudian hari. 

    “Bayangkan kalau seluruh kekayaan negara di BUMN dikelola oleh satu orang saja, itu terlalu riskan dan bisa saja menyebabkan kehancuran yang tidak terbayangkan,” ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI tersebut.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id