Bandara AP II Terapkan Pembatasan Sosial ke Penumpang

    Husen Miftahudin - 18 Maret 2020 10:24 WIB
    Bandara AP II Terapkan Pembatasan Sosial ke Penumpang
    Ilustrasi - - dok AP II
    Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menerapkan konsep pembatasan sosial (social distancing) di bandara-bandara guna mencegah penularan virus korona (covid-19). Implementasi ini dilakukan dengan mengoptimalkan ruang yang ada di terminal untuk menciptakan jarak yang dianjurkan bagi penumpang pesawat.

    President Director AP II Muhammad Awaluddin mencontohkan penerapan pembatasan sosial, antara lain melalui penempelan sejumlah garis kuning di lantai yang masing-masing berjarak satu meter sebagai penanda batas antrean bagi penumpang pesawat.

    "Adanya garis kuning itu membuat setiap penumpang berdiri dengan jarak yang aman di setiap titik-titik antrean agar meminimalisir risiko penyebaran covid-19," ujar Awaluddin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

    Adapun garis kuning tersebut misalnya ditempel di lantai menuju pos pemeriksaan keamanan (security check point/SCP) serta di lantai fixed bridge dan garbarata guna memisahkan jarak penumpang saat antrean ketika proses naik pesawat (boarding).

    Selain itu, di setiap lift terminal penumpang juga telah diberi batas berdiri bagi masing-masing individu. Ketika berada di dalam lift, setiap individu dilarang bertatap muka langsung atau wajib menghadap ke dinding dan pintu lift.

    AP II juga melakukan penataan kembali kursi di ruang tunggu (boarding lounge) dengan mengutamakan jarak yang cukup di antara penumpang.

    "Penerapan social distancing melalui garis kuning pembatas antrean, lalu adanya batas berdiri di lift, dan pengaturan kembali kursi di boarding lounge itu sudah diterapkan di bandara-bandara kami seperti Soekarno-Hatta, Depati Amir Pangkalpinang, Supadio Pontianak, Kualanamu, Banyuwangi, dan lain sebagainya."

    Menurut Awaluddin penerapan social distancing di terminal ini merupakan upaya AP II dalam mencegah penyebaran covid-19, selain yang sudah dilakukan seperti penyemprotan cairan disinfektan, penyediaan banyak hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh penumpang pesawat, dan lain sebagainya.

    "Kami melakukan berbagai upaya yang memungkinkan untuk diterapkan di bandara-bandara sehingga penyebaran covid-19 ini dapat dicegah," pungkas Awaluddin.

    Saat ini AP II mengelola 19 bandara yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia. Adapun ke-19 bandara tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta, Halim Perdana Kusuma, Kualanamu, Supadio, Minangkabau, Sultan Syarif Kasim II, Husein Sastranegara, Sultan Iskandar Muda, Raja Haji Fisabilillah, Sultan Mahmud Badaruddin II. Kemudian Bandara Sultan Thaha, Depati Amir, Silangit, Kertajati, Banyuwangi, Tjilik Riwut, Radin Inten II, HAS Hanandjoeddin, Fatmawati Soekarno.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id