Kalteng Cadangkan 56 Ribu Ha untuk Food Estate

    Antara - 28 Juni 2020 12:12 WIB
    Kalteng Cadangkan 56 Ribu Ha untuk <i>Food Estate</i>
    Ilustrasi Food Estate. Foto : MI.
    Pulang Pisau, Kalteng: Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mencadangkan 56 ribu hektare (ha) lahan pertanian untuk mendukung pengembangan program Food Estate tahap kedua. Ini dilakukan sebagai bagian kebijakan pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

    Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan

    “Untuk tahap pertama pemerintah pusat menargetkan optimalisasi lahan pertanian untuk Kabupaten Pulang Pisau seluas 10 ribu ha. Sebelumnya pemerintah daerah telah menyiapkan 19 ribu ha lahan pertanian yang benar-benar berpotensi,” kata Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo di Pulang Pisau dikutip dari Antara, Minggu, 28 Juni 2020.

    Hal itu disampaikannya di hadapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/ BPN Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil, dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga yang meninjau lokasi Food Estate di Desa Belanti Siam Kecamatan Pandih Batu pada Sabtu, 27 Juni 2020.

    Edy Pratowo menjelaskan sebelumnya dilaporkan bahwa Pulang Pisau memiliki 25 ribu ha lahan existing siap dioptimalisasi yang didukung sumber daya manusia.

    Lokasi lahan pertanian seluas 56 ribu ha ini dipersiapkan untuk pengembangan ketahanan pangan nasional tahap kedua, yang ditargetkan pemerintah pusat dengan luasan pengembangan dan optimalisasi lahan mencapai 148 ribu ha.

    “Kita  berharap Kabupaten Pulang Pisau ke depan bisa menjadi salah satu lokasi dan lumbung padi dari pengembangan program ketahanan pangan nasional serta memberikan kesempatan kepada petani untuk bisa mencapai hasil yang lebih optimal,” papar Edy.

    Menurut Edy, adanya komitmen dan sinergitas bersama antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam melaksanakan program "Food Estate" dengan didukung pola pertanian modern diharapkan hasil produksi pertanian petani bisa lebih ditingkatkan.

    Para petani di daerah setempat, terang Edy, dalam setahun menerapkan pola dua kali tanam, produksi padi yang dihasilkan petani dalam satu hektare padi dari jenis varitas hibrida dan impara menghasilkan 5-7 ton. Sedangkan dalam ujicoba menggunakan padi organik hasil panen petani bisa mencapai 9-10 ton per ha.

    Untuk mendukung pertanian modern ini, juga perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan infrastruktur seperti rehabilitasi jaringan irigasi primer dan skunder dengan teknologi yang lebih baik. Buka tutup pintu-pintu air pada saluran irigasi yang dibangun 1983 lalu masih banyak yang belum direhabilitasi.

    “Program seperti ini sangat ditunggu oleh masyarakat setempat karena dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Pulang Pisau ,” ujar Edy Pratowo.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id