Ketua OJK Proyeksi Kredit di Akhir 2020 Tumbuh hingga 4%

    Husen Miftahudin - 23 Juli 2020 13:31 WIB
     Ketua OJK Proyeksi Kredit di Akhir 2020 Tumbuh hingga 4%
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto : MI.
    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengakui pertumbuhan kredit hingga Mei 2020 terus mengalami penurunan bila dibandingkan posisi akhir 2019. Pada Mei 2020 pertumbuhan kredit hanya 3,04 persen, melambat ketimbang posisi Desember 2019 yang tumbuh sebesar 6,08 persen.

    "Kredit growth-nya ini sudah turun hanya menjadi sekitar tiga persen di mana akhir tahun kemarin adalah enam persen. Bahkan tiga persen itu adalah angka Mei, dan kalau kita lihat ini nanti di angka Juni kelihatannya masih turun kredit growth-nya," ungkap Wimboh dalam webinar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020.

    Namun, sebutnya, permintaan kredit mulai mengalami perbaikan pada Juli 2020. Hal ini terutama ditopang oleh bergulirnya kembali aktivitas ekonomi dalam negeri pascarelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga meningkatkan permintaan kredit untuk mendorong sektor riil.

    Wimboh mengharapkan perkembangan positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun. Ia bahkan optimistis pertumbuhan kredit hingga akhir 2020 ini bisa tumbuh sekitar tiga sampai empat persen.

    "Kalau kita perkirakan dari berbagai angka proyeksi perbankan dalam business plan bahwa credit growth di akhir tahun itu sekitar tiga sampai empat persen," ungkap dia.

    Sementara pada 2021, Wimboh optimistis pertumbuhan kredit bakal kembali ke posisi normal sebelum pandemi covid-19. Adapun pada 2018 kucuran kredit tumbuh 12,45 persen secara tahunan dan 6,08 persen di akhir 2019.

    OJK melaporkan kredit perbankan pada Mei 2020 dikucurkan sebanyak Rp5.583,25 triliun atau tumbuh 3,04 persen (yoy). Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan posisi pada akhir April dan Maret 2020.

    Di April 2020, kredit perbankan dikucurkan sebanyak Rp5.609,98 triliun atau tumbuh sebesar 5,73 persen (yoy). Sedangkan pada Maret 2020 kredit yang digelontorkan sebanyak Rp5.712,04 triliun atau tumbuh 7,95 persen (yoy).

    Sementara terkait permintaan restrukturisasi kredit, Wimboh menuturkan sudah menunjukkan tren penurunan sampai akhir Juni dan terus berlanjut pada Juli 2020. Dia bilang, paling banyak restrukturisasi dilakukan pada April dan Mei 2020.

    "Juni, Juli kayanya sudah melandai, dan kita harapkan bagaimana yang kemarin sudah direstrukturisasi ini betul-betul kita tangani dengan baik sehingga insentif dari pemerintah yang bisa dioptimalkan ini bisa mempercepat recovery (perekonomian nasional)," tutup Wimboh.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id