Bos Freeport Sebut Proyek Smelter Tak Menguntungkan

    Suci Sedya Utami - 17 Agustus 2020 18:09 WIB
    Bos Freeport Sebut Proyek <i>Smelter</i> Tak Menguntungkan
    Ilustrasi smelter. Foto: AFP



    Jakarta: Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Clayton Allen Wenas mengatakan proyek fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) yang tengah digarap tidak menguntungkan.

    Pria yang akrab disapa Tony ini menjelaskan, produk yang dihasilkan setelah melalui proses di smelter hanya akan memberi nilai tambah sebesar lima persen. Dipaparkan Tony, konsentrat tembaga yang dihasilkan oleh Freeport telah memiliki nilai tambah yang besar yakni 90-95 persen. Ia bilang konsentrat tembaga memiliki karakter yang khas dibandingkan dengan konsentrat mineral lainnya seperti bauksit atau nikel.






    Di sisi lain, nilai investasi untuk membangun smelter diperkirakan mencapai USD3 miliar. Penambahan nilai tersebut yang menurut Tony harus dihitung, apakah sepadan dengan nilai investasi yang dikeluarkan untuk proses hilirisasi.

    Namun demikian, sebagai bentuk komitmen dan juga mandat dan amanat UU maka PTFI tetap berkomitmen untuk membangun smelter yang terletak di Kawasan JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

    "Walaupun pembangunan smelter bukan proyek yang menguntungkan, terlepas dari itu komitmen kami tetap membangun smelter itu," kata Tony dalam virtual media briefing, Senin, 17 Agustus 2020.

    Tony mengatakan saat ini progres pembangunan smelter baru mencapai 5,8 persen. Ia mengatakan proyek tersebut mengalami kendala akibat pandemi covid-19. Dalam empat hingga lima bulan terakhir cenderung tidak ada kegiatan di area proyek.

    "Gresik PSBB, kontraktor utama kita terkena dampak pandemi, progresnya selama empat bulan ini praktis berhenti," tutur dia.

    Lebih lanjut Tony menambahkan, pihaknya telah mengajukan permintaan pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menunda pembangunan smelter selama satu tahun. Ia bilang PTFI masih menunggu jawaban resmi dari kementerian tersebut.

    "Secara resmi belum mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM," jelas Tony.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id