BUMN Bersiap Jadi Role Model New Normal

    Suci Sedya Utami - 19 Mei 2020 07:33 WIB
    BUMN Bersiap Jadi <i>Role Model New</i> Normal
    Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: Kementerian BUMN
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya untuk menjadi role model dalam penerapan skenario the new normal di Tanah Air yang merupakan imbas dari adanya pandemi global covid-19.

    Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni mengatakan BUMN bisa menjadi penggerak perilaku masyarakat untuk berubah ke arah yang lebih baik lantaran BUMN memegang peranan kurang lebih sepertiga kegiatan ekonomi nasional.

    "Dalam konteks ini BUMN bisa menjadi influencer dan menjadi role model untuk segera menggerakan masyarakat menuju new normal. Karena BUMN menjadi lokomotif, hampir sepertiga ekonomi kita," kata Alex, di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.

    Alex menjelaskan new normal merupakan skenario ketika virus masih ada namun vaksin belum ditemukan. Kendati demikian, kondisi ini bisa didukung oleh perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih disiplin. Misalnya dalam menggunakan masker ketika keluar rumah, mencuci tangan sesering mungkin, dan mengadakan meeting secara virtual.

    Menteri BUMN Erick Thohir telah meminta para perusahaan BUMN untuk menyiapkan protokol new normal. Ia mengatakan apabila gagal masuk ke new normal, maka Indonesia akan gagal dan terjelembab masuk ke zona yang lebih berbahaya dari sebelumnya atau terjebak pada business as usual.

    "Kita akan gagal memanfaatkan momentum untuk meningkatkan produktivitas," tutur Alex.

    Alex mengatakan untuk bisa menjadi role model, setidaknya ada cara yang bisa dilakukan pertama menyiapkan dan menjalankan protokol yang mencakup interaksi yang tidak terbatas pada interaksi yang melibatkan karyawan, namun juga mitra bisnis, pelanggan, serta masyarakat.

    "Kita harus melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif dan terus menerus kepada karyawan, pemasok, mitra bisnis, pelanggan dan masyarakat umum sehingga semua kita bergerak bersama-sama, memberi contoh sehingga kondisi new normal bisa kita capai. Inilah peran dari BUMN," ujar Alex.

    Kedua setiap BUMN diminta menyusun protokol penanganan covid-19, tidak terbatas pada profesi human capital, baik itu karyawan, pelanggan, pemasok, mitra bisnis atau stakeholder lainnya.

    Lebih lanjut, nantinya monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan skenario new normal di masing-masing BUMN menjadi tanggung jawab Direktur Utama BUMN dan dilaporkan secara berkala pada Wakil Menteri BUMN.

    "Kami minta setiap BUMN mengirimkan laporan monitoring dan evaluasi secara periodik ke Kementerian BUMN agar kita bisa pantau progresnya," pungkas Alex.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id