Mentan Dorong Percepatan Perbaikan Jaringan Irigasi di Food Estate Kapuas

    Gervin Nathaniel Purba - 07 April 2021 16:25 WIB
    Mentan Dorong Percepatan Perbaikan Jaringan Irigasi di <i>Food Estate</i> Kapuas
    Kawasan lumbung pangan di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. (Foto: Dok. Kementan)



    Kapuas: Tata kelola air, termasuk perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi faktor penting dalam menyukseskan program lumbung pangan (food estate) yang sedang dikerjakan pemerintah. Kementerian terkait diminta untuk saling bekerja sama dalam mendukung tata kelola air. 

    Kawasan lumbung pangan di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, misalnya. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo ingin mempercepat perbaikan jaringan irigasi di kawasan tersebut. Begitu juga rehabilitasi dan peningkatan jaringan.






    "Sehingga tata kelola air dapat dilaksanakan secara optimal, agar dapat memperbaiki kondisi tinggi muka air untuk dapat melakukan pertanaman," ujar Syahrul, saat meninjau kawasan tersebut, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021.

    Dalam memperbaiki dan merehabilitasi jaringan irigasi tersebut, Kementan bersama kementerian terkait yang terlibat dalam proyek ini saling bahu membahu. Supaya kebutuhan pangan untuk 267 juta rakyat Indonesia dapat terjaga. 

    "Maka kita harus bersama-sama beriringan dalam mewujudkannya. Ke depan, korporasi petani akan menjadi inti dalam rangkaian rantai kawasan lumbung pangan yang mengintegrasikan usaha di on-farm dan off farm. Lalu petani dapat menghasilkan produksinya yang terbaik dari hasil pengembangan lumbung pangan ini," kata Syahrul.

    Untuk proyek lumbung pangan di Kalimantan Tengah, Kementan menargetkan melakukan pengembangan seluas 37.633 hektare (ha). Terdiri dari kegiatan ekstensifikasi lahan seluas 22.992 ha dan intensifikasi lahan seluas 14.641 ha.

    Untuk mencapai target itu, Kementan sedang mengupayakan penambahan lokasi yang sesuai dengan kaidan dan kriteria teknis yang telah ditetapkan.

    "Selanjutnya pada lokasi pengembangan kawasan lumbung pangan di Kecamatan Dadahup ini, ditargetkan akan ditanam seluas 2 ribu ha yang tersebar di lima desa. Termasuk Desa Bentuk Jaya (blok A5) seluas seribu ha " ujarnya.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menegaskan, bahwa Kementan berperan dalam penyediaan sarana produksi pertanian dan pengawalan budi daya pertanian.

    "Progress tanam di lokasi lumbung pangan Kabupaten Kapuas telah mencapai 29.032 ha, dan sudah panen seluas 15.862 ha hingga 31 Maret 2021," kata Sarwo Edhy. 

    Sarwo Edhy menambahkan, lumbung pangan di Kalimantan Tengah digarap dengan full mekanik. Pihaknya menggelontorkan banyak alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung pertanian di kawasa lumbung pangan, termasuk Kapuas.

    "Khusus Kabupaten Kapuas telah tersedia 147 unit traktor eoda empat, 150 unit traktor roda dua, 35 unit rice transplanter, dan 100 unit pompa air," ucapnya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id