Ekonomi Membaik Kerek Harga Minyak Mentah ke Level USD63,50/Barel

    Suci Sedya Utami - 07 April 2021 14:46 WIB
    Ekonomi Membaik Kerek Harga Minyak Mentah ke Level USD63,50/Barel
    Ilustrasi. Foto: AFP



    Jakarta: Optimisme pasar terkait aktivitas ekonomi di seluruh dunia serta membaiknya permintaan minyak mentah yang didukung dengan pengaturan pasokan yang efektif, turut mengerek harga minyak mentah di pasar internasional selama Maret 2021.

    Berdasarkan perhitungan Formula Indonesian Crude Price (ICP), rata-rata minyak mentah Indonesia pada Maret 2021 naik sebesar USD3,14 per barel, dari USD60,36 per barel pada Februari 2021 menjadi USD63,50 per barel.






    "Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2021 ditetapkan sebesar USD63,50 per barel," demikian dilansir dari laman resmi Ditjen Migas, Rabu, 7 April 2021.

    ICP SLC bulan Maret juga naik sebesar USD2,64 per barel dari USD61,42 per barel pada Februari 2021 menjadi USD64,06 per barel.

    Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, selain optimisme pasar dan membaiknya permintaan minyak mentah, kenaikan harga minyak di pasar internasional juga dipengaruhi kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemotongan produksi hingga April 2021 dan tingkat kepatuhan OPEC+ pada Februari 2021 mencapai 113 persen.

    "Selain itu, disetujuinya Paket Stimulus AS sebesar USD1,9 triliun yang diproyeksikan akan meningkatkan ekonomi AS dan ekonomi global pada umumnya," jelas Tim Harga.

    Faktor lainnya mengacu pada publikasi International Energy Agency (IEA) Maret 2021 yakni permintaan minyak mentah global 2021 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,5 juta barel per hari (bph). Kemudian pasokan minyak mentah global pada Februari 2021 turun sebesar dua juta bph akibat cuaca dingin yang ekstrem di AS dan Arab Saudi melakukan tambahan pemotongan produksi sebesar satu juta bph.

    Berdasarkan publikasi OPEC pada Maret 2021, proyeksi permintaan minyak mentah global pada 2021 naik sebesar 0,22 juta bph dari 96,05 juta bph menjadi sebesar 96,27 juta bph dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

    Penyebab kenaikan lainnya adalah berdasarkan publikasi US Energy Information Administration (EIA) Maret 2021, stok gasoline AS turun sebesar 13 juta barel menjadi 230,5 juta barel dibandingkan stok di Februari 2021.

    "Terakhir, jumlah rig di AS mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak bulan November 2020," ujar Tim Harga Minyak.

    Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh throughput (tingkat pengolahan) kilang di Tiongkok mencapai rekor tertinggi sebesar 14,3 juta bph.

    Selengkapnya, perkembangan rata-rata harga minyak dunia di pasar internasional sebagai berikut:

    - Dated Brent naik sebesar USD3,41 per barel dari USD62,22 per barel menjadi USD65,63 per barel.
    - WTI (Nymex) naik sebesar USD3,30 per barel dari USD59,06 per barel menjadi USD62,36 per barel.
    - Basket OPEC naik sebesar USD3,59 per barel dari USD61,04 per barel menjadi USD64,63 per barel.
    - Brent (ICE) naik sebesar USD3,42 per barel dari USD62,28 per barel menjadi USD65,70 per barel.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id