Pemerintah Siapkan Pelatihan Vokasi Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan

    Husen Miftahudin - 28 November 2020 20:27 WIB
    Pemerintah Siapkan Pelatihan Vokasi Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan
    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah - - Foto: MI/ Moh Irfan
    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pandemi covid-19 telah mempercepat proses transformasi ketenagakerjaan yang sudah berlangsung akibat revolusi Industri 4.0. Transformasi ini juga menimbulkan beberapa isu baru seperti waktu kerja yang fleksibel dan bentuk hubungan baru antara pemberi kerja dan pekerja.

    Kondisi ini tak membuat pemerintah berdiam diri. Pemerintah justru bergerak cepat dengan mengeluarkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Beleid ini berjalan selaras dengan upaya lain pemerintah untuk menjawab tantangan di bidang sumber daya manusia dan ketenagakerjaan.

    "Peningkatan kompetensi dan produktivitas SDM merupakan konsentrasi utama Bapak Presiden Jokowi pada pemerintahan paruh kedua ini. Salah satu pilar pembangunan SDM yang telah ditetapkan adalah masifikasi pendidikan dan pelatihan vokasi yang ditargetkan menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada era digitalisasi, sekaligus mengatasi mismatch lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi pascapandemi," ungkap Ida dalam acara KompasTalks secara virtual di Jakarta, Sabtu, 28 November 2020.

    Terkait hal tersebut, pemerintah membuat grand design Pelatihan Vokasi Indonesia di mana Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjadi salah satu elemen penting di dalamnya. Dalam mempersiapkan pelatihan vokasi menghadapi proses transformasi ketenagakerjaan, saat ini Kemenaker terus melakukan kajian labour market assessment.

    "Kajian tersebut sebagai dasar penyusunan kebijakan pelatihan vokasi agar sesuai dengan munculnya peluang usaha dan jenis pekerjaan baru di era pandemi," urainya.

    Hal ini dikolaborasikan dengan kebijakan pelatihan vokasi lainnya, seperti kebijakan Triple Skilling yakni skilling, re-skilling, dan up-skilling bagi pekerja. Kemudian optimalisasi pemagangan berbasis jabatan, peningkatan soft skills, perubahan kurikulum dan metode yang berfokus pada human digital online (menggunakan metode blended training).

    "Serta kolaborasi dengan semua stakeholders terutama pelaku industri untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Kemenaker juga terus melaksanakan program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas untuk memperluas jangkauan pelatihan vokasi," tegas Ida.

    Ke depannya, Kemenaker juga akan terus melakukan transformasi BLK agar menjadi pusat pengembangan ketenagakerjaan yang berdaya saing global. Hal ini akan dilaksanakan bersama dengan delapan kebijakan peningkatan kualitas SDM lainnya.

    "Kebijakan dan upaya peningkatan kualitas SDM itu ialah reformasi birokrasi, pengembangan ekosistem digital, link and match, perluasan kesempatan kerja, pengembangan talenta muda, reformasi pengawasan, reformasi pengupahan, dan perluasan penempatan PMI (Pekerja Migran Indonesia)," pungkas Ida.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id