Kemenaker Gandeng LKKNU Perkuat Program Desmigratif

    Gervin Nathaniel Purba - 11 Mei 2021 13:20 WIB
    Kemenaker Gandeng LKKNU Perkuat Program Desmigratif
    Dirjen Binapenta & PKK Suhartono, dengan Sekjen PB LKKNU Alissa Wahid. (Foto: Dok. Kemenaker)



    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus berupaya memperkuat program Desa Migran Produktif (Desmigratif). Program ini sangat penting dalam memberikan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya sejak dari desa.

    Dalam rangka memperkuat program Desmigratif, Kemenaker menjalin kerja sama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKKNU). Kerja sama tersebut tertuang dalam  penandatanganan kesepahaman bersama oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Suhartono, dengan Sekjen PB Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKKNU), Alissa Wahid, di Ruang Tridharma, Kemenaker, Jakarta, Senin, 10 Mei 2021.

     



    Dalam sambutannya, Menaker Ida Fauziyah mengatakan, salah satu aspek program Desmigratif yang ingin diperkuat adalah fasilitasi pembentukan komunitas pembangunan keluarga (community parenting). Upaya penguatan ini dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan melibatkan kementerian/Lembaga, maupun pemangku kepentingan lainnya. 
     
    "Hal ini didasari oleh kesadaran kami, bahwa isu PMI dan keluarganya merupakan isu yang lintas sektor, sehingga Kemenaker sangat terbuka dengan berbagai upaya kolaborasi dan kerja bersama," ujar Ida, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 11 Mei 2021.

    Ida mengakui, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam menjalankan empat pilar Desmigratif. Salah satu pilar yang membutuhkan dukungan berbagai pihak yakni pembentukan komunitas pembangunan keluarga (community parenting). Untuk itu, Kemenaker menggandeng LKKNU untuk bekerja sama dalam memperkuat komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif.

    "Saya percaya Mba Alisa sudah teruji, sudah, sedang, dan akan menyiapkan konsep keluarga sakinah yang dilakukan bersama Kementerian Agama (Kemenag). Dengan Kemenag saja bisa kerja sama, kenapa dengan Kemenaker tidak bekerja sama?" ujarnya.
     
    Dia mengakui, meski dirinya sebagai bagian dari LKKNU, tetapi profesionalitas dan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara dalam kerja sama ini harus tetap dijaga.  

    "Kepada teman-teman LKKNU, saya berharap juga sama-sama saling menjaga bagaimana pengelolaan kegiatan ini dilakukan secara profesional," katanya.

    Melalui kerja sama ini, Ida berharap niat baik, perhatian, dan kepedulian semua pihak terhadap perkembangan anak-anak PMI dapat menjadi lebih nyata. 
    "Terutama melalui penyusunan konsep dan model pembangunan community parenting di Desmigratif," ujar Ida.

    Pada kesempatan yang sama, Suhartono mengatakan bahwa ruang lingkup kesepahaman bersama ini meliputi, assessment (pemetaan untuk penelitian awal tentang realitas dan kebutuhan pengasuhan berbasis komunitas Desmigratif).

    Kedua, pengembangan konsep dan model pembangunan keluarga (community parenting) Desmigratif. Ketiga, penyusunan empat modul untuk penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif. Keempat, pelaksanaan uji coba modul pembangunan komunitas keluarga Desmigratif.

    Kelima, pelaksanaan training of trainer penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif. Keenam pelaksanaan pilot project model penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif.

    "Pelaksanaan kegiatan nantinya akan dibentuk Tim Penguatan Community Parenting di Desmigratif. Kesepahaman ini berlaku jangka waktu dua tahun sejak tanggal ditandatanganinya kesepahaman dimaksud," kata Suhartono.

    Sementara itu, Alisa Wahid menyambut positif inisiatif Kemenaker untuk bekerja sama dalam penguatan komunitas pembangunan keluarga di Desmigratif. Sebab sesuai mandat di LKKNU, pihaknya concern terhadap masalah keluarga.

    "Kerja sama ini, sebuah langkah membahagiakan karena tema keluarga merupakan tema sehari-hari. Kami punya konsep keluarga maslahah, yakni keluarga yang bukan hanya bahagia dan baik. Tetapi juga membawa kepada setiap anggota keluarganya, juga kepada lingkungan sekitarnya," katanya.


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id