Banyak Tantangan Ketenagakerjaan, Menaker Transformasi Balai Latihan Kerja

    Annisa ayu artanti - 26 Januari 2021 17:00 WIB
    Banyak Tantangan Ketenagakerjaan, Menaker Transformasi Balai Latihan Kerja
    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto: MI/Moh. Irfan.



    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan telah melaksanakan lompatan besar untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan. Salah satunya dengan melakukan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan link and match ketenagakerjaan.

    "Sampai saat ini, BLK juga sudah melaksanakan transformasi BLK yaitu Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding," kata Ida pada Penandatanganan MoU antara BBPLK Semarang dengan perusahaan dan dunia usaha secara virtual, Selasa, 26 Januari 2021.






    Ida menjelaskan, dahulu BLK hanya melaksanakan pelatihan program dasar, tetapi sekarang mulai berkembang melalui program unggulan dan didukung dengan instruktur yang kompeten di bidangnya, serta sarana dan prasarana sesuai perkembangan teknologi yang lebih maju.

    Sebagai contoh, Ida memaparkan BBPLK Semarang yang semula hanya pelatihan operator garmen atau menjahit dasar saat ini sudah melaksanakan program pelatihan desain busana. Lulusannya pun tak hanya bisa menjadi seorang pekerja, tetapi dapat menjadi seorang entrepreneur muda.

    "Alumni pelatihan pun dapat secara mandiri mengikuti kegiatan fashion show, baik kategori lokal di daerah masing-masing, maupun kegiatan nasional seperti Muslim Fashion Festival. Bahkan karya alumni peserta BBPLK Semarang ada yang sudah mengikuti kegiatan fashion show berskala internasional di Paris," ujarnya.

    Menurutnya, kerja sama pendampingan perusahaan dan dunia usaha bagi lulusan pelatihan BBPLK Semarang ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, yaitu dengan menjembatani antara industri sebagai penerima kerja dengan masyarakat sebagai pencari kerja.

    Melalui kerja sama pendampingan ini, pemerintah menargetkan akan menghasilkan alumni BLK kompeten, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun etos kerja yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri.

    "Target lainnya, agar para alumni dapat terus berkarya, mengembangkan kompetensi yang dimiliki baik dengan bekerja di industri maupun berwirausaha," ungkapnya.

    Oleh karena itu, lanjut Ida, kolaborasi antara industri dan dunia usaha dengan BLK sangat penting dalam rangka mengatasi masalah ketenagakerjaan, khususnya pengangguran di Indonesia.

    "Semoga penandatanganan MoU antara BBPLK Semarang dengan perusahaan dan dunia usaha mitra pendamping lulusan pelatihan BBPLK Semarang dapat terus membawa manfaat serta bersinergi dalam mengatasi masalah pengangguran dan ketenagakerjaan," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id