Genjot Daya Saing, Sektor Ini Siap Terapkan Industri 4.0

    Husen Miftahudin - 06 April 2021 11:44 WIB
    Genjot Daya Saing, Sektor Ini Siap Terapkan Industri 4.0
    Ilustrasi penerapan teknologi 4.0 di sektor industri kimia dan farmasi - - Foto: dok MI



    Jakarta: Sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) mulai mengimplementasikan industri 4.0 agar dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing. Pasalnya, revolusi industri ke-4 merupakan perpaduan teknologi dengan mengintegrasikan sumber daya teknologi, mesin, dan manusia.

    Direktur Jenderal IKFT Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Muhammad Khayam mengatakan, IKFT menjadi sektor prioritas nasional pengembangan industri 4.0 karena memiliki kinerja cemerlang selama ini. Pada 2020, ekspor IKFT mencapai USD33,99 miliar.






    Adapun realisasi investasi sektor IKFT selama 2020 sebesar Rp61,97 triliun, didominasi oleh industri kimia dan bahan kimia. Sektor tersebut juga menyerap tenaga kerja hingga 6,24 juta orang.

    "Selain itu, sektor farmasi juga masuk ke dalam prioritas untuk mendorong transformasinya dan mewujudkan kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan," ujar Khayam dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 6 April 2021.

    Menurutnya, kemandirian Indonesia di sektor industri alat kesehatan dan farmasi merupakan hal yang penting, terlebih dalam kondisi kedaruratan kesehatan seperti saat ini. Sektor tersebut masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi covid-19, di saat sektor lain terdampak berat.

    Hingga 2021, sejumlah program telah dilaksanakan Kemenperin untuk mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0 di sektor IKFT, antara lain assessment Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), pelaksanaan roadmap Implementasi dan Adopsi Teknologi Industri 4.0 sektor tekstil dan busana, perbaikan alur aliran material sektor industri petrokimia, serta pendirian Pilot Project Industri TPT 4.0.

    "Kami juga menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Training Manajer Transformasi, serta pembangunan Indonesia Smart Textile Industry Hub (ISTIH)," ucap Khayam.

    Selain itu, Kemenperin juga menyediakan fasilitas restrukturisasi industri tekstil, kulit, dan alas kaki melalui peremajaan mesin/peralatan agar menggunakan teknologi yang lebih modern. Selanjutnya, penyusunan model arsitektur implementasi Industri 4.0.

    Pada 2020, terdapat tujuh perusahaan di sektor IKFT yang mendapatkan penghargaan INDI 4.0 dan satu perusahaan mendapatkan predikat National Lighthouse Industry 4.0. Ketujuh perusahaan tersebut yaitu PT Kaltim Parna Industri, PT Biggy Cemerlang, PT Schott Igar Glass, PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, PT Globalindo Intimates, PT TI Matsuoka Winner Industry, PT Asia Pacific Rayon, serta PT Pupuk Kalimantan Timur mendapatkan predikat National Lighthouse Industry 4.0 di sektor industri kimia.

    "Delapan perusahaan di sektor IKFT tersebut mendapat angka INDI 4.0 lebih dari 3, yang menunjukkan tahap kesiapan matang," pungkasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id