comscore

Pengusaha Tambang Dukung Pencabutan Ribuan Izin Usaha Minerba

M Ilham Ramadhan - 09 Januari 2022 09:07 WIB
Pengusaha Tambang Dukung Pencabutan Ribuan Izin Usaha Minerba
Ilustrasi para pekerja di tambang batu bara - - Foto: dok AFP
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) mendukung langkah pemerintah yang mencabut ribuan izin usaha pelaku usaha mineral dan batu bara (minerba) karena abai pada kewajiban mereka. Hal itu dinilai penting demi menjalankan amanat peraturan perundang-undangan dan mendorong tata kelola yang baik.

"Pada dasarnya kami mendukung tindakan pemerintah mencabut izin-izin (perusahaan) tambang yang tidak melaksanakan kewajiban. Hal itu juga diatur secara tegas dalam UU Pertambangan Mineral dan Batubara. Tindakan tersebut positif untuk memperbaiki tata kelola pertambangan minerba di Tanah Air," ujar Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia kepada Media Indonesia dikutip Minggu, 9 Januari 2022.
Dia menambahkan, pengusaha minerba wajib melaksanakan dan menerapkan good mining practices guna menghasilkan tata kelola yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penerapan good mining practices itu beberapa di antaranya yakni melaksanakan segala kewajiban perpajakan, reklamasi, pengelolaan lingkungan.

Selain itu, pelaku usaha minerba wajib memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tenaga kerjanya, melaksanakan kegiatan pascatambang dengan baik, pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat, hingga mendorong peningkatan nilai tambah.

Diketahui sebelumnya, pemerintah mencabut izin 2.078 perusahaan pertambangan minerba karena tidak pernah menyampaikan rencana kerja, begitu juga dengan 192 izin sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektare dicabut karena tidak aktif, tidak membuat rencana kerja, dan ditelantarkan.

?Tidak hanya itu, pemerintah juga mencabut hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34,448 hektare. Dari luasan tersebut, sebanyak 25.128 hektare adalah milik 12 badan hukum, sisanya 9.320 hektar merupakan bagian dari HGU yang terlantar milik 24 badan hukum.  

Dukungan pencabutan izin usaha juga disampaikan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Langkah itu dinilai mampu memperbaiki tata kelola sumber daya alam agar ada pemerataan, transparan dan adil, untuk mengoreksi ketimpangan, ketidakadilan, dan kerusakan alam.

"Kadin Indonesia mendukung langkah Presiden Jokowi yang mencabut izin-izin usaha yang tidak dijalankan, tidak produktif, dialihkan ke pihak lain, serta yang tidak sesuai peraturan. Hal tersebut sesuai prinsip keberimbangan. Pemerintah memberikan sanksi atau punishment bagi pelanggar aturan atau prinsip dan memberikan reward yang proporsional bagi perusahaan yang sudah menjalankan kewajibannya dengan baik," kata Arsjad.

Dia bilang, pembenahan dan penertiban izin yang dilakukan pemerintah merupakan upaya perbaikan tata kelola pemberian izin pertambangan dan kehutanan serta menciptakan iklim usaha yang sangat baik bagi investor, terutama soal kemudahan izin usaha yang transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, Setara Institute menilai langkah yang diambil pemerintah tersebut patut untuk diapresiasi. Pasalnya, masalah tata kelola izin sektor pertambangan, kehutanan dan perkebunan memang menjadi persoalan kompleks. Namun, setelahnya arah keputusan langkah tersebut dianggap sangat berorientasi pada pembukaan peluang sebesar-besarnya bagi investor.

"Upaya mengembalikan dan mengakomodasi hak masyarakat atas tanah masih belum terlihat jelas. Sedikitpun tidak ada penyampaian terkait dengan arah reforma agraria, pengelolaan hutan untuk rakyat ataupun masyarakat adat, yang seringkali menjadi korban dari adanya pemberian izin kepada perusahaan," ujar Peneliti Bisnis dan HAM Setara Institute Nabhan Aiqani.

Pemerintah sebelumnya telah menerapkan kebijakan larangan ekspor batu bara selama satu bulan (hingga 31 Januari 2022), dan Menteri BUMN juga mengeluarkan keputusan untuk mengganti Direktur Energi Primer PLN. Kedua hal itu dilatarbelakangi oleh terbatasnya suplai batu bara (domestic market obligation) kepada PLN. 

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id