comscore

Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, KCIC Pastikan Konstruksi Utama Aman

Eko Nordiansyah - 11 November 2021 11:12 WIB
Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, KCIC Pastikan Konstruksi Utama Aman
Ilustrasi model kereta cepat Jakarta-Bandung - - Foto: dok AFP
Jakarta: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan konstruksi utama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung aman. Meskipun sebelumnya telah terjadi pencurian 118 ton besi proyek di DK0+600 Halim, Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur yang terungkap pada Sabtu, 30 Oktober 2021. 
 
Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan besi-besi yang dicuri bukanlah bagian dari komponen konstruksi utama lintasan KCJB, melainkan untuk kebutuhan temporary support. Pencurian terhadap besi-besi tersebut dilakukan para pelaku pada dini hari dengan cara membobol pagar pembatas di kawasan konstruksi.
 
"Konstruksi utama KCJB aman. Besi-besi yang dicuri adalah besi untuk keperluan temporary support seperti H-beam, scaffolding, dan sebagainya. Bukan besi tulangan yang dipakai pada konstruksi lintasan atau stasiun," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 10 November 2021.
 
Saat ini KCIC meningkatkan keamanan di seluruh area tersebut, termasuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. Pos penjagaan serta CCTV juga ditambah khususnya di lokasi yang rawan pencurian. Lalu, pagar pembatas pun ditinggikan dan ditingkatkan kekuatannya agar tidak mudah dijebol. 
 
Ia menambahkan, KCIC juga meningkatkan mobilisasi sumber daya untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan berkala terhadap material dan peralatan bantu, serta melakukan review dan monitoring secara lebih intens. Mirza berharap kejadian pencurian terhadap aset KCIC seperti ini tidak berulang ke depannya.
 
"Seluruh pihak proyek KCJB terus meningkatkan pengamanan yang maksimal atas aset-aset di proyek KCJB, terutama di titik rawan sehingga kejadian serupa tidak terulang. Kami juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat," ungkapnya.
 
Kepolisian dari Polsek Makasar sebelumnya berhasil menangkap lima dari sembilan pelaku pencurian setelah dilakukan pengintaian secara berkala. Dari penangkapan tersebut, diamankan barang bukti berupa H-beam enam meter sebanyak tujuh pcs serta mobil pick up yang digunakan pelaku untuk membawa besi curian tersebut. Sampai saat ini, empat pelaku masih berstatus DPO.
 
"Pihak kontraktor telah berkoordinasi dengan subkon dan juga pengamanan kepolisian Polsek Makasar Pinang Ranti terkait hal tersebut sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap lima dari sembilan pelaku. Barang bukti sudah diamankan namun empat pelaku lain masih dalam proses pencarian oleh pihak berwenang," paparnya.
 
Terkait dugaan keterlibatan orang dalam, Mirza mengatakan sampai saat ini belum mendapat indikasi adanya hal tersebut. Ia mengungkapkan, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus pencurian ke pihak kepolisian dan akan mendukung upaya penangkapan terhadap pelaku pencurian sampai tuntas. 
 
"Kami akan memberikan dukungan penuh bagi kepolisian untuk mengungkap semua pelaku. Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi dari pihak kepolisian dalam menangkap pelaku dan upaya untuk menelusuri setiap pihak yang terlibat sehingga permasalahan ini bisa segera diatasi dan tidak terulang kembali," pungkas dia.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id