Pacu Ekonomi Daerah, Menteri ESDM Resmikan 17 Titik BBM Satu Harga

    Suci Sedya Utami - 16 September 2021 12:35 WIB
    Pacu Ekonomi Daerah, Menteri ESDM Resmikan 17 Titik BBM Satu Harga
    Menteri ESDM Arifin Tasrif. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami



    Lombok: Menteri Energi Sumber dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meluncurkan 17 titik atau lembaga penyalur BBM satu harga. Peresmian dipusatkan di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Dengan beroperasinya 17 lembaga penyalur ini maka sepanjang 2021 telah terbangun 44 lembaga penyalur. Arifin mengatakan di 2021 ditargetkan akan ada 76 lembaga penyalur BBM satu harga. Arifin mengatakan kehadiran lembaga penyalur ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam melaksanakan amanat dari sila ke-5.

     



    Sila tersebut yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menjelaskan kehadiran BBM satu harga sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Ini akan bisa meningkatkan kegiatan masyarakat untuk bisa meningkatkan perekonomiannya," kata Arifin, dalam peresmiannya, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 16 September 2021.

    Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini bilang melalui kebijakan BBM satu harga diharapkan daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) bisa menikmati BBM yang berkualitas. Ke-17 titik yang diresmikan serentak pada hari ini berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Musi Banyuasin, Seruyan, Malinau, Sintang, Ketapang, Bengkayang, dan Landak.

    Kemudian Melawai, Boven Digoel, Merauke, Siangkil, Lamandau, dan Tambrauw. Selain di Lombok Tengah, peresmian melalui video conference dilakukan di tiga lokasi yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Landak, dan Bengkayang.

    Kementerian ESDM melalui Badan Usaha Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatur dan mengawasi pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pengangkutan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia. BPH Migas berkomitmen terus menggenjot penyaluran BBM satu harga sehingga tercapai 583 penyalur BBM pada 2024.

    "BPH Migas sejak 2017 konsisten mengawal pembangunan penyalur BBM satu harga. Sampai 2020, capaian program BBM satu harga sebanyak 253 penyalur, sedangkan 2021 adalah 76 penyalur, yang sudah beroperasi 44 penyalur atau sekitar 58 persen," jelas Kepala BPH Migas Erika Retnowati.

    Erika menjelaskan tidak hanya upaya pemerintah yang menggenjot pembangunan ini, juga PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha penerima penugasan untuk dapat mengakselerasi pelaksanaan pembangunan penyalur sehingga target 2021 dapat tercapai.

    Peresmian dihadiri Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdulrahman, Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon S, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono, Dirut PT Pertamina Patra Niaga Alfiana Nasution, dan perwakilan pemerintah kabupaten di lokasi BBM satu harga yang diresmikan.

    Sebagai informasi untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, lokasi pembangunan penyalur Program BBM satu harga periode 2017-2024 sebanyak 35 lokasi. Adapun Jumlah penyalur BBM satu harga yang sudah beroperasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai dengan saat ini adalah 20 penyalur.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id