BI: Inflasi 2021 Masih Sesuai Proyeksi

    Husen Miftahudin - 22 Juli 2021 19:16 WIB
    BI: Inflasi 2021 Masih Sesuai Proyeksi
    Ilustrasi. Foto: MI/Yuniar



    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut inflasi sepanjang 2021 masih sesuai perkiraan. Adapun proyeksi inflasi pada tahun ini ada di kisaran sasaran 3,0±1 persen, atau dua persen sampai empat persen.

    "Inflasi diprakirakan masih akan berada dalam kisaran sasarannya 3,0±1 persen pada 2021 dan 2022," ujar Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Pada Juni 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga komoditas mengalami deflasi sebesar 0,16 persen. Dengan perkembangan ini, maka inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,74 persen (ytd) dan inflasi secara tahunan 1,68 persen (yoy).

    Penyumbang deflasi terbesar pada Juni 2021 ialah deflasi yang terjadi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Tercatat kelompok pengeluaran itu mengalami deflasi sebesar 0,71 persen dan memberikan andil pada deflasi sebesar 0,18 persen. Deflasi terjadi lantaran terjadi penurunan harga beberapa komoditas seperti cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.

    Berdasarkan komponennya, terdapat dua komponen yang memberikan andil kepada tingkat deflasi Juni 2021, yakni komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) dan komponen harga bergejolak (volatile food), masing-masing mencatatkan deflasi 0,21 persen dan 1,23 persen dengan andil 0,04 persen dan 0,21 persen.

    "Inflasi kelompok volatile food dan administered prices melambat sejalan dengan berakhirnya pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), di tengah terjaganya pasokan," paparnya.

    Komponen yang menggambarkan daya beli masyarakat, yakni inflasi inti, tercatat masih tumbuh positif. Inflasi inti mengalami inflasi sebesar 0,14 persen dan memberikan andil kepada deflasi sebesar 0,09 persen.

    "Inflasi inti terjaga rendah sejalan dengan pemulihan permintaan domestik yang masih terbatas, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan kebijakan Bank Indonesia yang konsisten mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target," ungkap Perry.

    Ia menekankan bahwa Bank Indonesia akan tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI dan TPID), termasuk menjaga pasokan selama implementasi kebijakan pembatasan mobilitas.

    Sebelumnya, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky menekankan bahwa selama lebih dari setahun inflasi berada di bawah target bank sentral 2-4 persen.

    "Tekanan harga diperkirakan akan tetap moderat dalam beberapa bulan mendatang, terutama setelah Presiden Jokowi memutuskan untuk memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat dalam menanggapi lonjakan kasus covid-19 baru-baru ini," tuturnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id